Bupati Murung Raya Dorong Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal lewat Pelatihan dan Wirausaha
Ule.co.id – Bupati Murung Raya, Heriyus SE, menegaskan pentingnya Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal sebagai kunci agar sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan, dapat menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat. Fokus pemerintah daerah kini terarah pada program peningkatan kemampuan kerja, penyiapan sertifikasi, serta penciptaan peluang usaha baru bagi warga.
Dalam sambutan kepada wartawan pada Senin (24/8/2026), Heriyus menyoroti bahwa potensi pertambangan di wilayah Puruk Cahu tidak hanya diharapkan menjadi sumber pendapatan daerah, melainkan juga sebagai motor penggerak transfer pengetahuan. Oleh karena itu, langkah strategis meliputi kolaborasi dengan perusahaan tambang, lembaga pendidikan, dan organisasi pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
Berbagai program telah dirintis, antara lain pelatihan berbasis industri yang menekankan pengoperasian alat berat, manajemen lingkungan, serta standar keselamatan kerja. Selain itu, pemerintah daerah mengadakan workshop kewirausahaan yang membekali peserta dengan kemampuan merencanakan usaha mandiri, mengakses permodalan, dan memasarkan produk lokal.
Berikut adalah rangkaian inisiatif utama yang sedang dijalankan:
- Pemetaan potensi tenaga kerja melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
- Pelatihan teknis di bidang pertambangan, pengelolaan limbah, dan energi terbarukan.
- Sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
- Program magang di perusahaan tambang swasta dan BUMN.
- Fasilitasi pendirian usaha mikro dan kecil berbasis hasil pertambangan.
Heriyus menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan karyawan tambang, melainkan menciptakan wirausahawan lokal yang dapat mengembangkan usaha di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. “Kami ingin tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pemilik usaha yang mampu bersaing di pasar nasional,” ujarnya.
Kolaborasi dengan pihak swasta menjadi salah satu pilar utama. Beberapa perusahaan tambang telah menandatangani kesepakatan kerjasama pelatihan, menyediakan instruktur berpengalaman, serta memberi kesempatan magang bagi lulusan program. Hal ini diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan standar operasional di lapangan.
Lembaga pendidikan, termasuk politeknik dan universitas teknik, turut berperan dengan menyesuaikan kurikulum agar relevan dengan kebutuhan industri pertambangan. Program studi baru tentang manajemen sumber daya alam dan keselamatan kerja kini ditawarkan, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
Selain aspek teknis, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesadaran lingkungan. Pelatihan pengelolaan limbah, rehabilitasi lahan pasca tambang, dan penggunaan teknologi bersih menjadi bagian integral dari upaya tingkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Dengan demikian, dampak negatif terhadap ekosistem dapat diminimalisir.
Keberhasilan program ini diukur tidak hanya dari jumlah peserta, tetapi juga dari penciptaan lapangan kerja baru. Sejak peluncuran inisiatif, tercatat penambahan 45 unit usaha mikro yang bergerak di bidang jasa pendukung tambang, seperti transportasi, catering, dan perawatan alat. Hal ini menandakan efek multiplier yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Heriyus menutup pernyataannya dengan harapan bahwa upaya Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal akan terus berlanjut dan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan dan produktif.
Dengan strategi yang terintegrasi, diharapkan sektor pertambangan tidak hanya menjadi sumber pendapatan daerah, tetapi juga katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh Kabupaten Murung Raya.

