Kalteng

APBD Perubahan Gumas 2026 Naik Rp22 32 Miliar, Target Pendapatan Naik 2,05% Meski Defisit Tetap

APBD Perubahan Gumas 2026 Naik Rp22 32 Miliar, Target Pendapatan Naik 2,05% Meski Defisit Tetap

Ule.co.id – APBD Perubahan Gumas 2026 Naik Rp22 32 Miliar menjadi sorotan utama dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gunung Mas pada Senin (24/8/2026). Wakil Bupati Efrensia LP Umbing menyampaikan bahwa peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp22,322,225,402,79 atau sekitar 2,05 persen diharapkan dapat menambah ruang fiskal, meskipun neraca anggaran masih menunjukkan defisit.

Rancangan perubahan menargetkan total pendapatan sebesar Rp1.108.198.124.777,79, naik dari Rp1.085.875.899.375 pada APBD murni. Sementara belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1.135.666.918.096,94. Selisih antara keduanya menghasilkan defisit sebesar Rp27.468.793.319,15. Berikut rangkuman angka-angka kunci:

Keterangan Anggaran (Rp)
Pendapatan (Target) 1.108.198.124.777,79
Belanja (Target) 1.135.666.918.096,94
Defisit 27.468.793.319,15

Defisit tersebut menandakan bahwa walaupun pendapatan naik, tekanan belanja tetap lebih besar. Wakil Bupati menegaskan bahwa kenaikan pendapatan tidak semata-mata berasal dari peningkatan ekonomi lokal, melainkan hasil penyesuaian transfer dan penerimaan lain yang sah sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah daerah tidak melakukan perubahan pada pagu anggaran. Penyesuaian yang terjadi lebih banyak pada komponen transfer dari pemerintah pusat, termasuk dana alokasi umum, dana desa, serta bantuan khusus yang terkait dengan penghargaan kinerja.

Salah satu faktor penting yang menyumbang pada tambahan pendapatan adalah keputusan Menteri Dalam Negeri No. 000.6.9-765 Tahun 2026. Keputusan tersebut mengakui Kabupaten Gunung Mas sebagai daerah dengan kategori Pengendalian Inflasi Daerah Terbaik II tingkat kabupaten. Penghargaan ini membawa tambahan anggaran sebesar Rp2 miliar, yang secara langsung meningkatkan kapasitas fiskal daerah.

Meski tambahan Rp2 miliar dari penghargaan inflasi memberikan dorongan positif, para analis memperingatkan bahwa struktur belanja tetap perlu dikendalikan. Prioritas belanja yang telah direncanakan meliputi pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta program kesejahteraan sosial. Semua pos ini harus dikelola secara efisien agar defisit tidak semakin melebar pada tahun anggaran berikutnya.

Secara keseluruhan, APBD Perubahan Gumas 2026 Naik Rp22 32 Miliar mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk menyeimbangkan antara peningkatan pendapatan dan kebutuhan belanja yang terus bertambah. Pengawasan ketat, transparansi dalam penggunaan dana, serta optimalisasi transfer pusat menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan fiskal Kabupaten Gunung Mas ke depan.

Helena Hedda Hedda

Helena Hedda Hedda memulai karirnya sebagai seorang blogger hobi di Bali sejak 2011, menulis tentang berbagai hal yang menarik bagi dirinya. Di luar kegiatan menulis, Helena memiliki hobi memasak masakan pedas yang pedasnya menggugah selera dan mengamati tinju dengan antusias. Dengan penulisan yang sederhana dan langsung, Helena berhasil membangun reputasi sebagai penulis yang unik dan menarik. Kini, karya-karyanya menjadi sorotan bagi pecinta tulisan yang suka dengan gaya penulisan yang to-the-point.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *