Sosok Penuh Dedikasi dan Pengabdian Ketua TSAK Palangka, Akhmad Rizani, Meninggal Dunia
Ule.co.id – Sosok Penuh Dedikasi dan Pengabdian Ketua TSAK Kelurahan Palangka Berpulang menjadi berita duka yang mengguncang komunitas relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palangka Raya. Akhmad Rizani, yang lebih dikenal dengan sebutan Zani, meninggal pada Kamis 27 Agustus 2026 setelah enam hari dirawat di Rumah Sakit Betang Pambelum.
Tim Satgas Penanggulangan Kebakaran (TSAK) Kelurahan Palangka, yang berada di bawah koordinasi Kecamatan Jekan Raya, merupakan unit yang dibentuk untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan secara cepat. Sebagai Ketua TSAK Palangka, Zani memimpin tim dengan pendekatan yang mengedepankan keselamatan warga serta pelestarian lingkungan.
Selama lebih dari satu dekade, Akhmad Rizani menunjukkan komitmen tinggi dalam setiap operasi pemadaman. Ia tidak hanya mengatur strategi di posko, tetapi juga turun langsung ke lapangan, memotivasi anggota tim, serta melatih relawan baru. Sikapnya yang tegas namun penuh empati menjadikannya figur yang dihormati oleh sesama relawan.
Pada 22 Agustus 2026, Zani memimpin tim dalam pemadaman Karhutla di Jalan Rungan. Meskipun kondisi cuaca sangat panas dan asap tebal, ia tetap berada di garis depan untuk memastikan api dapat dipadamkan secepat mungkin. Upaya tersebut berhasil menghentikan penyebaran api, namun menimbulkan dampak pada kesehatan pribadi beliau.
Setelah aksi pemadaman, Akhmad mengalami sesak napas yang dipicu oleh paparan asap berbahaya. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pambelum, di mana dokter mencatat tekanan darah tinggi sebagai faktor risiko utama. Selama enam hari perawatan, kondisi kesehatan Zani tidak menunjukkan perbaikan signifikan.
Iparnya, Yuyun (49), mengungkapkan kesedihan mendalam tanpa dapat menyampaikan pesan terakhir dari sang suami. “Nggak ada. Begitu beliau masuk rumah sakit, malam pertama masih bisa ngomong. Kemudian hari berikutnya sudah nggak bisa ngomong lagi,” ujarnya sambil menggendong anak bungsu mereka.
Wakil Ketua TSAK Kelurahan Palangka, Mulyadi (55), menambahkan bahwa Zani sempat terjatuh saat membantu pemadaman di sekitar permukiman warga. Insiden tersebut menambah beban fisik pada tubuhnya yang sudah lelah. Mulyadi menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan para relawan yang sering terpapar asap dan suhu ekstrem.
Riwayat hipertensi yang diderita Akhmad menjadi faktor yang memperparah kondisi setelah paparan asap. Dokter menyarankan istirahat total dan pemantauan tekanan darah secara rutin, namun tekanan kerja yang tinggi membuatnya sulit untuk beristirahat sepenuhnya.
Mulyadi mengingatkan seluruh personel TSAK agar tidak mengabaikan tanda-tanda kelelahan atau masalah pernapasan. “Kita harus selalu memprioritaskan kesehatan pribadi sebelum melanjutkan tugas, karena tanpa kesehatan, kami tidak dapat melindungi masyarakat,” pesannya.
Warisan Zani sebagai Ketua TSAK Palangka tetap hidup dalam semangat gotong‑royong dan dedikasi yang ditularkan kepada generasi relawan berikutnya. Ia dikenal selalu menekankan pentingnya kerja tim, disiplin, serta rasa tanggung jawab terhadap alam dan masyarakat.
Almarhum akan dimakamkan pada hari berikutnya setelah shalat Jumat, tepatnya di Pemakaman Jalan Karanggan. Upacara pemakaman dihadiri oleh keluarga, rekan kerja, serta warga yang pernah merasakan langsung bantuan dan kepedulian Zani.
Kehilangan Akhmad Rizani meninggalkan duka mendalam bagi dua anak laki‑laki, dua anak perempuan, serta seluruh anggota TSAK Kelurahan Palangka. Namun, semangatnya yang penuh dedikasi dan pengabdian akan terus menginspirasi upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng.

