Kontroversi: Siswa SMA‑SMK Dikerahkan ke Launching Isen Mulang di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Evaluasi Pembatalan
Ule.co.id – Siswa SMA‑SMK Dikerahkan ke Launching Isen Mulang di Tengah Kabut Asap Kadisdik Dievaluasi untuk Dibatalkan, menjadi sorotan utama setelah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan surat perintah pada 28 Agustus 2026.
Surat nomor 400.3.1/4690/Disdik.PSMK.03/2026 itu ditujukan kepada kepala SMA dan SMK di Kota Palangka Raya, menegaskan bahwa peserta didik harus hadir pada acara peluncuran tim sepakbola Isen Mulang yang dijadwalkan ulang menjadi Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB di Bundaran Besar Talawang.
Kondisi udara kota pada hari itu masih dipenuhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Kalimantan Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat indeks kualitas udara (AQI) berada pada level berbahaya, meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi anak‑anak sekolah.
Instruksi pengerahan siswa ke lokasi terbuka menimbulkan pertanyaan serius tentang prioritas kesehatan. Praktik pembelajaran jarak jauh (PJJ) biasanya menjadi alternatif ketika kualitas udara turun, namun dalam kasus ini siswa justru diminta berkumpul di tengah asap yang masih menyelimuti.
Ketegangan meningkat ketika Radar Kalteng menghubungi Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Reza Prabowo, yang mengakui bahwa surat perintah tersebut dibuat sebelum kabut asap meluas. “Instruksinya sebelum kabut seperti hari ini, segera kita evaluasi untuk dibatalkan,” tegas Reza dalam pernyataan resmi.
Reza menambahkan bahwa pihak dinas sedang meninjau kembali kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Jika kondisi udara tidak membaik, kemungkinan besar acara akan dibatalkan demi melindungi kesehatan siswa.
Para orang tua dan organisasi masyarakat sipil juga menyuarakan keprihatinan. Mereka menuntut transparansi dan penyesuaian kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi lingkungan, mengingat dampak jangka panjang paparan asap pada anak‑anak usia sekolah.
Di sisi lain, penyelenggara acara berargumen bahwa launching Isen Mulang merupakan momentum penting untuk menggalang dukungan bagi tim sepakbola lokal. Namun mereka menyatakan kesediaan untuk memindahkan atau menunda acara bila otoritas kesehatan mengeluarkan rekomendasi resmi.
Keputusan akhir masih menunggu perkembangan kualitas udara. BMKG memperkirakan kabut asap dapat berkurang dalam tiga hingga lima hari ke depan jika upaya pemadaman hutan berhasil.
Jika acara dibatalkan, Dinas Pendidikan berencana mengalihkan fokus pada pembelajaran daring dan menyediakan materi tambahan bagi siswa yang terdampak. Kebijakan ini sejalan dengan pedoman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menekankan perlindungan kesehatan peserta didik dalam situasi darurat lingkungan.
Kasus ini menyoroti dilema antara agenda publik dan prioritas kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Ke depan, diharapkan kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis data dapat mencegah terulangnya situasi serupa.

