analitik

Safari Maulid Bupati Ingatkan Warga Bahaya Karhutla: Pesan Keagamaan dan Pencegahan Kebakaran di Pulang Pisau

Ule.co.id – Safari Maulid Bupati Ingatkan Warga Bahaya Karhutla menjadi sorotan utama ketika Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, memimpin peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 di Masjid Baiturrahman, Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku. Acara tersebut tidak hanya menonjolkan nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ajang penyuluhan tentang pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

Kegiatan Safari Maulid berlangsung dalam suasana khidmat, dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat. Selama acara, Bupati Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum memperkuat keimanan, menumbuhkan ukhuwah Islamiyah, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan dalam berinteraksi dan bekerja sama.

Baca juga:
Wali Kota Palangka Raya Soroti Puskesmas Kereng Bangkirai, Buka Opsi Bangun Fasilitas Baru

Dalam pidatonya, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perangkat desa, dan warga dalam menjaga lingkungan. “Karhutla bukan hanya ancaman bagi hutan, tetapi juga mengganggu kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap orang harus berperan aktif dalam mencegahnya,” ujar Ahmad Rifa’i. Ia menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin selama Safari Maulid dapat menjadi contoh nyata bagaimana keagamaan dapat menjadi pendorong aksi lingkungan.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, Bupati juga menegaskan kembali peringatan yang sama dalam beberapa kesempatan, menyebut kembali Safari Maulid Bupati Ingatkan Warga Bahaya Karhutla sebagai seruan penting bagi warga Desa Tahai Baru dan Kecamatan Maliku. Ia meminta agar tidak ada aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti pembakaran sampah terbuka atau pembukaan lahan tanpa prosedur yang tepat.

Pengingat tersebut disertai dengan ajakan konkret kepada perangkat desa untuk melakukan patroli rutin, mengidentifikasi titik-titik rawan, serta melaporkan potensi bahaya secara cepat. Bupati menegaskan bahwa upaya preventif lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. “Kita harus menjadi garda terdepan dalam melindungi hutan dan lahan kita,” tegasnya.

Baca juga:
Semangat Kemerdekaan Dorong Palangka Raya Sukseskan Program Nasional di Daerah

Respons positif tampak dari warga yang menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam program pencegahan karhutla. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan rencana pembentukan tim siaga desa, serta pelatihan penggunaan alat pemadam sederhana. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menurunkan angka kebakaran di Pulang Pisau, terutama pada musim kemarau yang rawan.

Dengan menggabungkan nilai-nilai spiritual dan kepedulian lingkungan, Safari Maulid Bupati Ingatkan Warga Bahaya Karhutla berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif. Diharapkan semangat kebersamaan yang terbangun tidak hanya berlanjut pada peringatan Maulid berikutnya, melainkan menjadi budaya baru dalam menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat Pulang Pisau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *