Disnaker Dorong Ribuan Kerja: Program Driver ke Jepang, Tanggap Kecelakaan di Lampung, dan Pemulangan PMI Jembrana
Ule.co.id – Direktorat disnaker terus memperkuat peranannya dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan perlindungan tenaga kerja di seluruh Indonesia. Dari program pelatihan driver ke Jepang hingga penanganan kecelakaan kerja dan pendampingan pemulangan tenaga kerja migran, serangkaian inisiatif terbaru menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan sektor swasta.
Program Driver ke Jepang
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menandatangani kerja sama strategis dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Koba Mirai Japan. Kolaborasi ini membuka lowongan bagi warga Depok berusia 20‑40 tahun yang ingin bekerja sebagai sopir truk atau taksi di Jepang. Target kumulatif adalah 1.000 tenaga kerja dalam lima tahun ke depan, dengan kuota 200 orang per tahun. Pelatihan selama enam bulan meliputi bahasa Jepang, standar keselamatan jalan, serta prosedur administrasi keimigrasian. Wali Kota Depok, Supian Suri, menekankan manfaat tambahan berupa akomodasi gratis, asuransi kesehatan, dan program pensiun. Kepala Disnaker Depok, Nessi Annisa Handari, menambahkan bahwa program ini diharapkan menjadi motor penggerak penurunan pengangguran secara signifikan.
Respons Cepat Kecelakaan Kerja di Lampung
Di Provinsi Lampung, Disnaker Provinsi mencatat 110 pengaduan ketenagakerjaan sepanjang tahun 2026, termasuk lima kasus kecelakaan kerja. Salah satu kasus paling tragis terjadi di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, di mana seorang pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan. Manajemen rumah sakit memberikan kompensasi sebesar Rp194.905.672 kepada keluarga korban, yang diserahkan langsung di kantor Disnaker Lampung. Kepala Disnaker Lampung, Agus Nompitu, menyatakan bahwa pembayaran santunan menunjukkan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan ketenagakerjaan. Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Heru Elthano, menegaskan bahwa selain santunan, perusahaan wajib menyediakan fasilitas transportasi dan biaya pemakaman, tanpa mengurangi hak korban.
Pengawasan dan Pendampingan PMI di Jembrana
Kasus kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Yeh Sumbul, Jembrana, yang meninggal karena stroke di Polandia, juga menjadi sorotan Disnaker Kabupaten Jembrana. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, mengonfirmasi bahwa almarhum Komang Yudi Sutawan sempat dirawat selama lima hari sebelum wafat. Koordinasi intensif melibatkan Bupati Jembrana, KBRI Polandia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), serta lembaga terkait di Indonesia. Disnaker Jembrana berperan memastikan proses pemulangan jenazah berjalan sesuai prosedur, sekaligus memberikan pendampingan hukum dan administratif kepada keluarga korban.
Career Fair UT Surabaya Dukung Penyerapan Lulusan
Universitas Terbuka (UT) menggelar Career Fair perdana di Surabaya pada Agustus 2025, melibatkan 40 perusahaan. Kepala Disnaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, memuji kolaborasi antara UT dan pemerintah daerah sebagai langkah konkret menurunkan pengangguran, khususnya bagi lulusan SMA, SMK, dan pekerja informal. Dalam acara tersebut, peserta dapat mengakses informasi lowongan, mengikuti sesi wawancara singkat, serta mendapatkan pelatihan singkat tentang keterampilan kerja yang dibutuhkan industri. Prof. Rahmat Budiman, Wakil Rektor Bidang Riset UT, menegaskan bahwa fleksibilitas sistem pembelajaran UT memungkinkan siapa saja, termasuk pekerja informal, untuk meningkatkan kompetensi tanpa beban biaya tinggi.
Berbagai inisiatif disnaker ini menunjukkan pendekatan holistik: menciptakan peluang kerja internasional, menegakkan standar keselamatan kerja, serta melindungi hak tenaga kerja migran. Dengan target ambisius 1.000 tenaga kerja terlatih di Depok, penanganan cepat kecelakaan di Lampung, dan dukungan penuh bagi keluarga PMI di Jembrana, diharapkan angka pengangguran nasional dapat ditekan secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

