Reniyanti Hoegeng Wafat di Depok, Mengungkap Warisan Keluarga Jenderal Hoegeng Iman Santoso
Ule.co.id – Reniyanti Hoegeng, putri sulung Jenderal hoegeng iman santoso, meninggal dunia pada Selasa, 8 September 2026 di Eka Hospital Depok pada pukul 00.44 WIB, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan institusi kepolisian yang pernah dipimpin ayahnya.
Jenazah Reniyanti akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka Pesona Khayangan, Depok, sebelum dimakamkan di Pemakaman Giri Tama Tonjong. Prosesi pemakaman dijadwalkan dilaksanakan setelah salat Dzuhur pada hari yang sama, dengan kehadiran kerabat dekat, perwakilan Polri, serta sejumlah tokoh publik yang mengenal sosoknya secara pribadi.
Reniyanti, atau yang akrab disapa Reni, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara Jenderal hoegeng iman santoso. Kedua adiknya, Aditya Soetanto Hoegeng dan Sri Pamujining Rahayu, turut hadir dalam rangkaian acara peringatan. Sebelum meninggal, Reniyanti sempat menjalani perawatan jantung selama dua pekan, namun kondisi kesehatannya tetap menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Di luar peran keluarga, Reniyanti pernah menjadi pasangan aktor senior keturunan Manado-Belanda, Rudy Wowor. Pernikahan mereka pada tahun 1975 menghasilkan dua anak, Siti Madinah dan Michael Ben Syura Sondia Wowor, yang kini melanjutkan jejak keluarga dalam bidang seni dan bisnis. Meskipun pernikahan berakhir pada 2003, hubungan baik tetap terjaga antara Reniyanti dan Rudy, mencerminkan sikap toleransi yang selalu dijunjung tinggi oleh ayahnya.
Persahabatan Reniyanti dengan Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden RI dan putri Presiden Soekarno, juga menjadi catatan penting dalam sejarah pribadi mereka. Kedua wanita ini menempuh pendidikan di Perguruan Cikini, sehingga terjalin ikatan persahabatan yang bertahan hingga akhir hayat Reniyanti. Megawati sempat menyampaikan belasungkawa secara pribadi, menekankan bahwa Reniyanti adalah sosok yang hangat, berintegritas, dan selalu mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.
Jenderal hoegeng iman santoso, yang menjabat sebagai Kapolri pada era Orde Baru, dikenal dengan prinsip integritas, anti‑korupsi, dan kepemimpinan yang tegas. Warisan nilai-nilai tersebut tampak hidup dalam keluarga Hoegeng, termasuk dalam sikap Reniyanti yang selalu mengedepankan kejujuran dan dedikasi sosial. Kematian Reniyanti sekaligus mengingatkan publik akan pentingnya melestarikan semangat kebangsaan yang telah ditanamkan oleh sang ayah.
Sementara keluarga Hoegeng berduka, dinamika politik nasional terus bergulir. Pada hari yang sama, Juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan kebebasan setiap partai politik dalam menentukan arah Pilpres 2029, menanggapi sinyal yang pernah dikeluarkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski masa politik sedang bergejolak, nilai-nilai kebangsaan yang diusung oleh tokoh-tokoh seperti hoegeng iman santoso tetap menjadi pijakan moral bagi bangsa.
Dengan selamatnya jenazah ke rumah duka dan pemakaman yang berlangsung khidmat, Reniyanti Hoegeng meninggalkan jejak yang tak lekang oleh waktu. Keluarga, sahabat, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat meneruskan semangat kejujuran, dedikasi, dan persahabatan yang selama ini menjadi ciri khas keluarga Hoegeng.

