analitik

Kebakaran TPA Putri Cempo: Puluhan Damkar dan Water Cannon Berjuang Padamkan Api Besar

Ule.co.id – Ribuan ton sampah menumpuk di TPA Putri Cempo, Solo, menjadi saksi kebakaran yang melanda area Blok D pada malam Rabu, 2 September 2026. Api yang menyala tinggi mengeluarkan asap tebal, menimbulkan kepanikan warga sekitar dan memaksa pihak berwenang mengerahkan puluhan unit pemadam kebakaran serta dua water cannon untuk memadamkan kobaran.

Tim gabungan yang terdiri dari Damkar Soloraya, Brimob Polda Jawa Tengah, serta unit Polresta Surakarta menurunkan total lebih dari 21 mobil pemadam, 11 armada tangki air, dan dua water cannon. Kedua water cannon, masing‑masing berasal dari Brimob dan Polresta, diposisikan di titik strategis untuk menurunkan suhu gunung sampah dan mencegah api menyebar ke blok‑blok lain. Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, hadir langsung di lokasi untuk memantau proses pemadaman.

Baca juga:
Kedubes Palestina Percantik Kawasan Jakarta, Apresiasi Dukungan RI

Karena intensitas asap yang terus membumbung, satu RT di Kelurahan Mojosongo dievakuasi sementara. Warga yang berada di sekitar area melaporkan bau tidak sedap serta kilatan cahaya yang terlihat dari jarak beberapa kilometer. Meskipun evakuasi dilakukan, sebagian penduduk tetap berkumpul untuk menyaksikan upaya pemadaman, menambah tekanan pada tim penanggulangan.

TPA Putri Cempo, yang beroperasi sejak 1987 dengan luas 17 hektare, telah dinyatakan overload sejak 2007. Sistem pengelolaan yang semula mengadopsi sanitary landfill beralih menjadi open dumping, sehingga tumpukan sampah organik menghasilkan metana dalam jumlah besar. Kebakaran sebelumnya tercatat pada tahun 2019 dan 2023, keduanya terjadi pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño. Pada 2023, ketinggian gunungan sampah mencapai 28 meter, menambah risiko kebakaran yang sulit dipadamkan.

Proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang ditunjuk pada TPA Putri Cempo pada Oktober 2019 belum beroperasi optimal. Direncanakan dapat mengolah 450 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 10 megawatt, namun hingga kini fasilitas tersebut masih dalam tahap pengujian dan belum memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah.

Selain kerusakan langsung, kebakaran mengganggu layanan publik lain. Akses ke Instalasi Pengolahan Listrik Tenaga (IPLT) Putri Cempo terpaksa ditutup karena area tersebut dipakai untuk lalu lintas darurat. Akibatnya, perusahaan air limbah Perumda Air Minum Toya Wening Kota Solo menunda penarikan lumpur tinja dari septic tank warga, menimbulkan penundaan layanan bagi rumah tangga yang membutuhkan pengosongan. Selain itu, kebutuhan air untuk pemadaman mencapai ratusan ribu liter per jam, menambah beban pada jaringan distribusi air kota dan berpotensi menurunkan tekanan di daerah sekitar hidrant.

Baca juga:
24 Orang Jadi Tersangka 65 Kasus Masih Penyelidikan: Polri Kalteng Perkuat Penindakan Karhutla

Meski upaya pemadaman terus berlanjut, titik api masih terlihat di blok B, C, dan D pada pagi hari 3 September. Tim pemadam melakukan pendinginan dengan menyemprotkan air pada area yang sudah padam untuk mencegah re‑ignition. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Herwin Tri Nugroho, menyatakan bahwa kondisi angin saat ini relatif tenang, sehingga harapan api tidak kembali menyebar luas.

Kapolresta Catur Cahyono Wibowo menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk terus memantau situasi hingga seluruh titik api benar‑benar padam. Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektoral antara pemadam, TNI, Polri, dan relawan menjadi kunci utama dalam mengendalikan kebakaran yang telah melanda TPA Putri Cempo selama lebih dari tiga hari.

Secara keseluruhan, kebakaran TPA Putri Cempo menyoroti masalah kapasitas berlebih, manajemen sampah yang kurang optimal, serta kebutuhan infrastruktur pengolahan yang memadai. Pemerintah kota diharapkan segera merumuskan kebijakan yang lebih tegas dalam mengurangi aliran sampah ke TPA, mempercepat operasional PLTSa, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kebakaran di area terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *