Seruyan: Evaluasi Sekolah Seruyan Diperlukan di Tengah Kabut Asap
Ule.co.id – Perlu Evaluasi Kegiatan Sekolah di Seruyan menjadi sorotan utama setelah kabut asap yang terus melanda wilayah hulu Kabupaten Seruyan mengganggu proses belajar mengajar. Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, menekankan pentingnya penilaian kembali terhadap jadwal dan metode pembelajaran guna melindungi kesehatan siswa.
Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berencana menaikkan status siaga menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil menyusul peningkatan frekuensi kebakaran yang memperparah kualitas udara, sekaligus menambah beban pada sistem pendidikan di daerah terdampak.
Kondisi kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga menurunkan konsentrasi belajar siswa. Penelitian internal menunjukkan peningkatan keluhan sakit pernapasan di kalangan pelajar, serta penurunan nilai rata‑rata pada mata pelajaran yang memerlukan konsentrasi tinggi.
Dinas Pendidikan Seruyan dipanggil untuk melakukan Evaluasi Sekolah Seruyan secara menyeluruh. “Ke depannya akan dikaji oleh Dinas Pendidikan seperti apa, terkait dengan kondisi udara yang kurang baik di wilayah hulu Kabupaten Seruyan,” kata Zuli, menegaskan perlunya kebijakan adaptif seperti penyesuaian jam belajar, penggunaan ruang kelas ber-AC, atau bahkan pembelajaran daring sementara.
Selain itu, Zuli menekankan bahwa penanggulangan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama. “Kalau udara tidak normal tentu tidak nyaman. Sekarang ini tidak nyaman karena apa? Asap. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menghilangkan ketidaknyamanan ini,” tegasnya.
Generasi muda diminta menjadi agen perubahan. Zuli mengajak pelajar untuk menanam dan merawat pohon, serta berpartisipasi dalam program edukasi lingkungan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. “Kepedulian sejak dini akan membentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan,” tambahnya.
- Langkah darurat karhutla: peningkatan patroli, penyediaan alat pemadam, dan koordinasi lintas sektor.
- Penyesuaian jadwal belajar: mengurangi jam pelajaran di luar ruangan pada hari dengan indeks kualitas udara buruk.
- Peningkatan ventilasi kelas: penggunaan filter udara dan AC bila memungkinkan.
- Program edukasi: workshop tentang dampak asap bagi kesehatan dan cara mitigasi.
Berikut rangkuman tindakan yang direncanakan:
| Instansi | Tindakan | Waktu Implementasi |
|---|---|---|
| BPBD | Naikkan status siaga menjadi tanggap darurat | Q4 2026 |
| Dinas Pendidikan | Evaluasi Sekolah Seruyan, revisi kurikulum darurat | Q1 2027 |
| Pemerintah Kabupaten | Fasilitasi penyediaan alat pemadam dan filter udara | Berjalan |
Perlu Evaluasi Kegiatan Sekolah di Seruyan tidak hanya menjadi agenda politik, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi generasi penerus. Dengan koordinasi lintas sektor, diharapkan kualitas pembelajaran dapat dipertahankan meski tantangan lingkungan terus berkembang.
Jika upaya kolektif ini berhasil, Seruyan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa. Keberhasilan evaluasi ini akan menurunkan angka sakit, meningkatkan prestasi akademik, dan memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.

