Kecelakaan Asap, Diskon Tiket, dan Proyeksi Dividen Qantas: Semua yang Perlu Anda Ketahui
Ule.co.id – Qantas kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah pesawat mengalami kebocoran asap di Bandara Sydney pada Senin malam, memaksa evakuasi penumpang dan menunda penerbangan menuju Melbourne. Penyelidikan awal mengindikasikan asap berasal dari kendaraan penarik pesawat (tug) di luar kabin, bukan dari kerusakan internal pesawat.
Insiden ini muncul hanya beberapa hari setelah penerbangan Qantas lain terpaksa melakukan divert karena kebakaran mesin saat lepas landas dari Queenstown, Selandia Baru, menuju Sydney. Pada saat itu, penumpang melaporkan terdengar ledakan dan melihat nyala api, menambah kekhawatiran tentang standar keselamatan maskapai.
Sementara masalah operasional masih menjadi perhatian, Qantas meluncurkan promosi penjualan tiket terbesar tahun ini untuk pasar Amerika Utara. Diskon berlaku selama tujuh hari, mulai 8 hingga 14 September 2026, mencakup tujuh tujuan utama: Las Vegas, Los Angeles, New York, Honolulu, San Francisco, Dallas‑Fort Worth, dan Vancouver. Harga tiket ekonomi pulang‑pergi mulai dari AUD 1.249 untuk rute baru nonstop Sydney‑Las Vegas, sementara rute Honolulu menjadi yang paling terjangkau dengan tarif AUD 939 dari Sydney, Brisbane, atau Melbourne.
Berikut contoh tarif yang ditawarkan selama periode promosi:
| Destinasi | Ekonomi (AUD) | Premium Economy (AUD) | Business (AUD) |
|---|---|---|---|
| Los Angeles | 1.049 | 2.549 | 8.249 |
| San Francisco | 1.249 | 2.749 | 8.749 |
| Vancouver | 1.459 | 3.049 | 8.999 |
| New York (JFK) | 1.549 | 3.349 | 9.299 |
| Dallas‑Fort Worth | 1.699 | 3.599 | 9.799 |
Promosi ini diselaraskan dengan sejumlah acara besar, seperti Super Bowl di Los Angeles pada Februari 2027, musim ski di Vancouver hingga akhir Maret, serta Parade Thanksgiving di New York pada November 2026. Penambahan layanan nonstop Sydney‑Las Vegas, yang dijadwalkan beroperasi secara musiman dari 29 Desember 2026 hingga 12 Maret 2027, diharapkan mengurangi waktu transit hingga lima jam.
Di sisi keuangan, Qantas juga harus menanggapi keputusan pengadilan yang mengharuskan maskapai membayar kembali lebih dari AUD 35 juta kepada sekitar 1.800 pekerja darat yang dipecat secara tidak sah pada tahun 2021. Pembayaran ini merupakan bagian dari denda AUD 90 juta yang dijatuhkan pada Agustus 2025, terpisah dari kompensasi AUD 120 juta yang telah dibayarkan pada Mei 2025. Bagi sebagian pekerja, seperti mantan sopir truk Tony Mora, pembayaran tersebut hanya menutupi sebagian kecil kebutuhan pensiun, menimbulkan kritik atas kebijakan tenaga kerja maskapai.
Sementara itu, analis keuangan memperkirakan prospek dividen Qantas akan tetap menarik hingga 2029. Berdasarkan laporan Motley Fool, dividen per saham diproyeksikan naik secara bertahap, meskipun volatilitas harga bahan bakar dan fluktuasi nilai tukar dapat mempengaruhi margin keuntungan. Pada tahun 2026, Qantas mencatat laba bersih yang pulih setelah pandemi, dan manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 4‑5 % dengan dukungan jaringan internasional yang terus diperluas.
Gabungan antara insiden operasional, strategi pemasaran agresif, serta tantangan hukum dan keuangan menempatkan Qantas pada posisi yang menuntut keseimbangan antara keamanan, profitabilitas, dan kepercayaan publik. Bagi konsumen, penawaran tiket murah membuka peluang perjalanan internasional yang lebih terjangkau, sementara bagi investor, prospek dividen yang stabil menjadi daya tarik utama di tengah dinamika industri penerbangan global.

