analitik

Strategi Menghadapi Karhutla: Persiapan Dini Jadi Kunci Ketahanan Air di Kalteng

Ule.co.id – Dalam upaya mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), DPRD Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak awal, dengan menekankan bahwa Hadapi Karhutla Perlu Persiapan Sejak Awal menjadi prinsip utama dalam perencanaan daerah.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang, menyoroti bahwa bantuan air bersih memang krusial untuk mengatasi keadaan darurat, namun kebijakan harus beralih ke langkah antisipatif yang dapat menyiapkan pemerintah menghadapi musim kemarau yang berpotensi berkepanjangan. Ia menambahkan bahwa pendekatan jangka pendek tidak cukup bila ingin melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan yang dipicu oleh kekeringan.

Baca juga:
Wabup Kapuas Dorong Mahasiswa KKN Uniska Jadi Agen Perubahan Di Desa

Pembangunan infrastruktur air harus berlandaskan data geografis yang akurat. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyiapkan fasilitas penampungan air, sumur resapan, serta sumber air alternatif seperti sumur bor atau instalasi pengolahan air hujan. Langkah-langkah ini akan memberikan pilihan pasokan ketika sumber utama menurun akibat musim kemarau.

Berikut beberapa langkah yang diusulkan untuk memperkuat ketahanan air dan mencegah karhutla:

  • Melakukan pemetaan digital wilayah rawan kekeringan secara berkala.
  • Membangun jaringan penampungan air di titik-titik strategis.
  • Menetapkan standar kualitas dan kuantitas air bersih untuk keperluan darurat.
  • Mengintegrasikan sistem peringatan dini kebakaran dengan pemantauan kondisi tanah dan kelembaban.

Asdy menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak dapat dipisahkan dari perencanaan lintas sektor. Dinas lingkungan hidup, pertanian, serta infrastruktur harus berkoordinasi dalam menyusun mekanisme pemantauan sumber air, penetapan zona rawan, serta prosedur respons cepat ketika terjadi penurunan pasokan atau munculnya titik api.

Pengalaman penanganan kekeringan tahun ini dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan di masa depan. DPRD Kalteng berharap program penyediaan air bersih tidak lagi bersifat temporer, melainkan bertransformasi menjadi solusi permanen yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah rawan.

Baca juga:
PT TAN Gandeng Desa Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Karhutla, Upaya Bersama Cegah Kebakaran Hutan di Lamandau

Dengan menegakkan prinsip Hadapi Karhutla Perlu Persiapan Sejak Awal, diharapkan pemerintah provinsi dapat mengurangi ketergantungan pada bantuan darurat, meningkatkan ketahanan komunitas, dan menurunkan probabilitas terjadinya kebakaran hutan yang dipicu oleh kondisi kering. Upaya ini menuntut komitmen jangka panjang, alokasi anggaran yang tepat, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga sumber daya air.

Kesimpulannya, strategi yang mengedepankan persiapan dini, pemetaan risiko, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan menjadi landasan utama untuk mengatasi tantangan karhutla di Kalimantan Tengah. Jika langkah‑langkah tersebut diimplementasikan secara konsisten, wilayah ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan, melindungi ekosistem, dan memastikan ketersediaan air bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *