Kalteng

Antrean Panjang BBM Unjuk Rasa ke Kantor Pertamina Dorong Transparansi Distribusi di Kalteng

Antrean Panjang BBM Unjuk Rasa ke Kantor Pertamina Dorong Transparansi Distribusi di Kalteng

Ule.co.id – Antrean Panjang BBM Unjuk Rasa ke Kantor Pertamina menjadi sorotan utama warga Palangka Raya pada Senin (14/9/2026) setelah antrian kendaraan bermotor di sejumlah SPBU mengganggu aktivitas harian. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Resah menghampiri kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah di Jalan RTA Milono, menuntut data distribusi BBM yang terbuka serta kepastian pasokan kembali normal.

Perwakilan massa, Aris, menegaskan pentingnya kepastian bagi konsumen yang selama ini harus menunggu berjam‑jam di SPBU. “Kami butuh transparansi agar tidak ada lagi spekulasi tentang distribusi,” ujarnya. Selain menuntut keterbukaan kuota, Aliansi Masyarakat Resah juga menyoroti kenaikan harga pertamax yang mendorong sebagian konsumen beralih ke pertalite, menambah tekanan pada pasokan.

  • Evaluasi kebijakan penyesuaian harga BBM.
  • Keterbukaan data kuota harian tiap SPBU.
  • Jaminan pasokan BBM yang stabil di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
  • Koordinasi dengan pemerintah terkait dampak harga BBM pada penjualan eceran.

Warga setempat, Ibu Dian (40), mengaku frustasi karena antrean panjang menghabiskan waktu dan biaya. “Setiap SPBU antrenya panjang, mengganggu kesehatan dan ekonomi keluarga. Harga eceran naik drastis, memaksa kami beli dari pedagang tidak resmi,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengeluaran harian keluarga meningkat signifikan, bahkan mengorbankan kebutuhan anak.

Sales Area Manager Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, menanggapi tuntutan massa dengan menyatakan pihaknya terus mempercepat pemulihan penyaluran BBM. Ia mencatat bahwa stok pertalite berada pada level aman dan diperkirakan cukup untuk enam hingga tujuh hari ke depan. Pada hari yang sama, kapal pengangkut BBM dijadwalkan tiba untuk menambah pasokan.

Donny juga menjelaskan bahwa pergeseran pola konsumsi, yakni beralih dari pertamax ke pertalite, meningkatkan permintaan sekitar 7 persen di wilayah Kalimantan Tengah. “Kami menambah pasokan sekitar 10 persen untuk mengantisipasi lonjakan tersebut,” jelasnya. Menurut data BPH Migas, kebutuhan pertalite di Kalteng mencapai 270 kiloliter per hari.

Meski sempat terjadi ketegangan, aksi Antrean Panjang BBM Unjuk Rasa ke Kantor Pertamina berakhir kondusif setelah kedua belah pihak kembali membuka ruang diskusi. Massa menunggu respons konkret dari Pertamina, sementara perusahaan berjanji akan meningkatkan transparansi dan mempercepat distribusi agar antrean tidak kembali memuncak.

Helena Hedda Hedda

Helena Hedda Hedda memulai karirnya sebagai seorang blogger hobi di Bali sejak 2011, menulis tentang berbagai hal yang menarik bagi dirinya. Di luar kegiatan menulis, Helena memiliki hobi memasak masakan pedas yang pedasnya menggugah selera dan mengamati tinju dengan antusias. Dengan penulisan yang sederhana dan langsung, Helena berhasil membangun reputasi sebagai penulis yang unik dan menarik. Kini, karya-karyanya menjadi sorotan bagi pecinta tulisan yang suka dengan gaya penulisan yang to-the-point.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *