analitik

Sumur Bor Pahandut: Solusi Antisipasi Kendala Air pada Empat Titik Karhutla di Pahandut

Ule.co.id – Antisipasi Kendala Air Empat Titik Karhutla di Pahandut Dibuat Sumur Bor menjadi sorotan utama Polsek Pahandut setelah empat lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) teridentifikasi menuntut penanganan intensif. Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna bersama Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menegaskan pentingnya penyediaan sumber air alternatif untuk mempercepat proses pemadaman.

Empat titik karhutla yang menjadi fokus pemantauan terletak di Jalan Rungan, Jalan Victoria, Jalan Diklat, serta kawasan sekitar Jalan Marata Awat XI di wilayah Panarung. Kondisi musim kemarau yang berkepanjangan membuat ketersediaan air permukaan sangat terbatas, sehingga petugas kesulitan mengakses air yang cukup untuk memadamkan api secara efektif.

Baca juga:
Hujan September 2026: Prediksi BMKG, Dampak Kabut Asap, dan Fenomena Langit yang Menarik

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak kepolisian bersama dinas terkait merencanakan pembuatan sumur bor di masing‑masing lokasi. Sumur bor diharapkan dapat menyediakan air dalam jumlah yang cukup, sehingga tim pemadam kebakaran tidak lagi bergantung pada sumber air yang tidak stabil atau harus mengangkut air dari jarak jauh.

Berikut adalah lokasi empat titik karhutla yang sedang dipantau:

  • Jalan Rungan
  • Jalan Victoria
  • Jalan Diklat
  • Kawasan sekitar Jalan Marata Awat XI (Panarung)

Selain menyiapkan sumur bor, pihak berwenang juga melakukan penyekatan pada area yang berpotensi menyebar ke permukiman. Penyegakan batasan ini bertujuan mengurangi risiko api meluas ke rumah warga dan fasilitas umum. “Lokasi karhutla sudah ada yang mendekati permukiman dan kami melakukan penyekatan supaya tidak merembet ke pemukiman,” ujar AKP Iyudi.

Upaya mitigasi tidak hanya terbatas pada penanganan darurat. Pihak kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemetaan zona rawan kebakaran, termasuk wilayah Jekan Raya, Bukit Tunggal, dan Karanggan yang berada dekat dengan Bandara Tjilik Riwut. Identifikasi zona rawan ini memungkinkan penempatan sumur bor secara strategis sehingga air dapat diakses dengan cepat ketika kebakaran muncul kembali.

Antisipasi Kendala Air Empat Titik Karhutla di Pahandut Dibuat Sumur Bor juga menjadi bagian dari program jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap kebakaran hutan. Pemerintah kota Palangka Raya berencana mengintegrasikan sistem irigasi mikro dan penanaman kembali vegetasi di area yang telah terbakar, sehingga mengurangi peluang terjadinya kebakaran berulang.

Baca juga:
Kualitas Udara Hari Ini Memburuk di Singapura, Palembang, dan Medan: Dampak Kabut Asap Regional

Selama proses pembangunan, tim teknis akan melakukan uji kualitas air untuk memastikan tidak mengandung kontaminan yang dapat merusak peralatan pemadam kebakaran. Selain itu, pelatihan khusus bagi petugas pemadam kebakaran akan diberikan agar mereka dapat mengoperasikan peralatan pompa sumur dengan efisien.

Antisipasi Kendala Air Empat Titik Karhutla di Pahandut Dibuat Sumur Bor diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Kalimantan Tengah yang menghadapi tantangan serupa. Dengan mengoptimalkan sumber daya air lokal, respons terhadap kebakaran dapat lebih cepat, mengurangi kerusakan lingkungan, dan melindungi keselamatan warga.

Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada koordinasi lintas sektoral serta partisipasi aktif masyarakat sekitar. Edukasi mengenai pentingnya menjaga sumber air dan melaporkan dini setiap tanda kebakaran menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pencegahan.

Dengan sumur bor sebagai solusi utama, diharapkan empat titik karhutla di Pahandut dapat dikelola secara lebih efektif, mengurangi dampak kebakaran, dan memberikan rasa aman bagi penduduk setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *