analitik

Derby Madrid: Atlético Madrid Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas Real Madrid

Ule.co.id – Derby klasik antara atlético madrid dan Real Madrid pada Minggu 20 September 2026 menyuguhkan drama yang tak terlupakan, dengan kemenangan 2-1 bagi tim asal Kolón yang menambah tekanan pada klasemen LaLiga.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Pada menit ke-53, Álex Grimaldo mengeksekusi penalti setelah Dean Huijsen menjatuhkan Giuliano Simeone di dalam kotak penalti, memberikan keunggulan pertama bagi Atlético Madrid. Gol penalti itu menjadi pemicu serangan lebih lanjut, dan hanya enam menit kemudian, Jonathan David menambah skor lewat tembakan jarak jauh yang tidak terhalang kiper Jan Oblak.

Baca juga:
Mourinho Ungkap Mengapa Trent Alexander-Arnold Tak Cocok Jadi Gelandang Tetap di Real Madrid

Gol kedua Atlético Madrid datang dari assist Giuliano Simeone, putra legendaris Diego Simeone, yang memberikan umpan terobosan kepada Jonathan David. David mengeksekusi dengan tenang, memperkuat keunggulan 2-0. Namun, Real Madrid berhasil memulihkan diri pada menit ke-89 melalui gol Antonio Rüdiger, yang memanfaatkan kebingungan di area penalti setelah gol sebelumnya.

Keputusan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias menjadi sorotan utama setelah pertandingan berakhir. José Mourinho, pelatih Real Madrid, mengkritik keras kinerja wasit, menampilkan foto-foto momen kontroversial dalam konferensi persnya, menuntut kartu merah untuk Cristian Romero dan Kang‑In Lee yang menurutnya seharusnya dikeluarkan.

Berikut adalah posisi sementara LaLiga setelah derby tersebut:

Posisi Tim Poin
1 Barcelona 23
2 Atlético Madrid 20
3 Real Madrid 17
4 Sevilla 15

Kemenangan ini mengangkat Atlético Madrid ke posisi kedua, hanya tiga poin di belakang pemimpin Barcelona dan lima poin di atas Real Madrid. Dengan 15 poin dari 21 kemungkinan, José Mourinho kini harus mengejar ketertinggalan yang semakin lebar dalam perburuan gelar.

Diego Simeone, yang menyebut pertandingan ini sebagai “minggu istimewa” bagi kota Madrid, memuji semangat timnya. “Kami bermain dengan energi luar biasa, dan anak‑anak muda seperti Giuliano memberikan kontribusi penting. Ini adalah hasil kerja keras seluruh skuad,” ujar Simeone dalam konferensi pasca pertandingan.

Baca juga:
Drama Empat Menit di La Rosaleda: Málaga vs Deportivo Gagal Pecahkan Kebuntuan 1-1

Sementara itu, Real Madrid harus menilai kembali taktik mereka, terutama dalam mengelola pemain bertahan seperti Dean Huijsen yang terlibat dalam insiden penalti. Kritik terhadap keputusan wasit menambah beban psikologis pada tim, dan Mourinho menegaskan bahwa klub akan mengajukan protes resmi kepada federasi sepak bola Spanyol.

Derby Madrid kali ini tidak hanya memengaruhi klasemen, tetapi juga menambah ketegangan antara dua pelatih legendaris, José Mourinho dan Diego Simeone, yang kembali bersaing setelah hampir satu dekade. Pertemuan selanjutnya antara kedua tim dijadwalkan pada bulan November, dan para penggemar sudah menantikan aksi-aksi dramatis selanjutnya.

Dengan performa impresif dari Giuliano Simeone dan Jonathan David, serta strategi defensif yang solid, Atlético Madrid menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penantang serius bagi Barcelona dalam perebutan gelar LaLiga 2026‑27.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *