analitik

Siswa Kalteng Raih Honorable Mention di OSN Astronomi: Menekuni Astronomi dan Ingin Tahu Alam Semesta

Ule.co.id – Prastyo Ramadhan, siswa kelas XII MAN Kotawaringin Timur Plus Keterampilan, kembali menjadi sorotan nasional setelah berhasil menorehkan prestasi di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi. Keberhasilannya tidak lepas dari tekadnya untuk Menekuni Astronomi dan Ingin Tahu Alam Semesta, sebuah semangat yang menggerakkan langkahnya sejak duduk di bangku SMP.

Berasal dari daerah terpencil di Kalimantan Tengah, Prastyo menapaki dunia ilmu antariksa dengan mengandalkan sumber daya terbatas namun penuh kreativitas. Ia memanfaatkan buku-buku astronomi, aplikasi planetarium gratis, dan observasi langsung pada malam hari untuk memahami pergerakan benda langit yang berada jutaan kilometer jauhnya.

Baca juga:
Rekor Partisipasi OMI Kemenag 2026: 1.045 Talenta Madrasah Pekanbaru Siap Bersaing Nasional
➜

Dedikasinya membuahkan hasil ketika ia berhasil meraih penghargaan Honorable Mention pada OSN Tingkat Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Penghargaan tersebut menandai pencapaian tertinggi bagi seorang pelajar dari MAN Kotawaringin Timur, sekaligus menegaskan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

“Suasana kompetisi sangat kompetitif, namun saya harus tetap profesional dan fokus pada setiap soal,” ujar Prastyo dalam wawancara singkat setelah acara penyerahan hadiah. Ia menekankan pentingnya sikap sportivitas di tengah tekanan kompetisi yang ketat.

Guru pendampingnya, Kasmawati, menambahkan bahwa perjalanan Prastyo hingga ke panggung nasional merupakan hasil kerja keras berkelanjutan. Proses seleksi dimulai dari tingkat sekolah, berlanjut ke kabupaten/kota, provinsi, semifinal, dan akhirnya ke tingkat nasional. “Setiap tahapan menuntut persiapan matang, baik dari sisi materi maupun mental,” kata Kasmawati.

Kesuksesan Prastyo tidak lepas dari dukungan luas. Kedua orang tua memberikan bimbingan moral dan doa, sementara dewan guru, Kaur TU, serta staf TU MAN Kotawaringin Timur turut memberikan fasilitas belajar yang memadai. Kepala Madrasah, Djumali, juga menegaskan pentingnya peran institusi dalam memfasilitasi bakat siswa.

Selain dukungan internal sekolah, Prastyo juga mendapat bantuan dari Tim Pembina UIN Palangka Raya. Luvia Ranggi Nastiti dan Nadia Azizah, dosen tadris fisika, bersama mahasiswa Miwa Al Bukhori dan Andi Haryanto, memberikan pendampingan intensif dalam persiapan materi astronomi, termasuk simulasi observasi dan pembahasan soal-soal kompetitif.

Baca juga:
Bupati Lamandau: Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka, Kunci Pembentukan Karakter Generasi Muda
➜

Pengalaman di tingkat nasional memberikan pelajaran berharga bagi Prastyo. Ia bertemu dengan pelajar-pelajar berbakat dari seluruh Indonesia, berbagi strategi belajar, serta memperluas jaringan akademik. “Saya belajar bahwa kesempatan bersaing di tingkat nasional tidak eksklusif bagi siswa di kota besar,” ujarnya.

  • Orang tua sebagai motivator utama
  • Guru dan staf sekolah sebagai fasilitator
  • Tim Pembina UIN Palangka Raya sebagai mentor akademik
  • Pemerintah daerah dan Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai penyokong logistik

Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa bakat dan kerja keras dapat mengatasi keterbatasan geografis. Prastyo kini memiliki pandangan lebih luas tentang masa depan, berencana melanjutkan studi di bidang fisika atau astrofisika, serta berkeinginan untuk berkontribusi pada penelitian astronomi di tingkat internasional.

Dengan menapaki jejak bintang, Prastyo membuktikan bahwa semangat Menekuni Astronomi dan Ingin Tahu Alam Semesta dapat menginspirasi generasi muda di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah yang selama ini kurang terekspos. Langit yang luas kini menjadi panggung bagi impian-impian mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *