analitik

Palangka Raya Siapkan Empat Puskesmas Besar, Rumah Oksigen 24 Jam Hadapi Kabut Asap

Ule.co.id – Empat Puskesmas Besar Disiagakan Rumah Oksigen Buka 24 Jam demi menjawab kebutuhan medis warga Palangka Raya yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), mengumumkan langkah strategis ini pada akhir September 2026.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalteng sejak pertengahan September meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru. Menyikapi situasi tersebut, Dinkes Kota Palangka Raya memperkuat jaringan layanan kesehatan dengan menyiapkan rumah oksigen di empat puskesmas besar serta menambah tenaga medis yang siap bertugas 24 jam.

Baca juga:
Karhutla Menjadi Bencana Kemanusiaan: DPRD Kalteng Serukan Aksi Bersama Semua Pihak
➜

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi arahan Wali Kota Fairid Naparin. “Kami menyiapkan layanan 24 jam di empat puskesmas besar, sekaligus memperluas jaringan melalui puskesmas pembantu, posyandu, PKK, dan PMI,” ujarnya dalam wawancara dengan Radar Kalteng.

Selain empat puskesmas utama, dukungan pelayanan meluas ke puskesmas pembantu, posyandu, serta organisasi kemasyarakatan seperti PKK dan PMI. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan akses cepat ke perawatan medis, terutama bagi warga yang mengalami gejala pernapasan di luar jam pelayanan reguler.

Data terbaru mengenai titik layanan masih dalam proses pemutakhiran, namun Riduan menyampaikan bahwa jumlah fasilitas yang beroperasi lebih banyak dari yang tercatat saat ini. “Data lengkap akan segera kami publikasikan setelah proses verifikasi selesai,” tambahnya.

Pemkot Palangka Raya tidak hanya menyiapkan titik layanan, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber daya pendukung seperti rumah oksigen, peralatan medis, obat-obatan, serta tenaga kesehatan terlatih. Semua elemen tersebut dirancang untuk menjamin respons cepat terhadap peningkatan kasus pernapasan yang dipicu polusi udara.

  • Puskesmas Pahandut
  • Puskesmas Menteng
  • Puskesmas Tangkiling
  • Puskesmas Kereng Bangkirai

Keempat puskesmas tersebut menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan 24 jam. Rumah Oksigen 24 Jam yang dibuka di masing‑masing lokasi berfungsi sebagai titik penanganan awal bagi warga yang mengalami sesak napas, iritasi tenggorokan, atau gejala lain akibat paparan asap.

Riduan menambahkan bahwa Dinkes juga menyiapkan tenaga medis di beberapa kelurahan untuk memperluas jangkauan layanan. “Kami menempatkan dokter, perawat, dan tenaga paramedis di kelurahan yang strategis agar warga tidak harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pertolongan,” jelasnya.

Baca juga:
Dewan  Dukung PJJ Kesehatan Siswa Jadi Prioritas: DPRD Kalteng Prioritaskan PJJ Kesehatan Siswa di Tengah Kabut Asap
➜

Sejak pembukaan rumah oksigen di Puskesmas Menteng, tercatat sekitar 48 warga telah memanfaatkan fasilitas tersebut. Mayoritas pengguna merupakan orang dewasa, namun ada pula anak‑anak yang datang dengan keluhan pernapasan. Di Puskesmas Pahandut, jumlah pengguna mencapai antara 50 hingga 60 orang selama bulan Agustus hingga September.

Tenaga kesehatan Puskesmas Pahandut, dr. Agra, menjelaskan bahwa keluhan paling umum berkaitan dengan iritasi atau peradangan saluran napas akibat polutan. “Paparan partikel halus dapat menyebabkan penyempitan bronkus, sehingga aliran udara ke paru berkurang dan menimbulkan sesak,” ujarnya.

Penanganan yang diberikan meliputi terapi oksigen, nebulizer, obat pelega pernapasan, serta antiinflamasi bila diperlukan. Layanan ini bersifat fleksibel, dengan rumah oksigen di Pahandut biasanya dipakai pada pagi hingga siang hari, sementara di Menteng pemakaian cenderung meningkat pada sore hingga dini hari.

Dengan Empat Puskesmas Besar Disiagakan Rumah Oksigen Buka 24 Jam, Dinkes Kota Palangka Raya berharap dapat menurunkan angka komplikasi pernapasan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kualitas udara yang menurun. Pemerintah kota berkomitmen terus memantau situasi, menambah kapasitas layanan, serta melakukan edukasi publik tentang pentingnya pencegahan dan penanganan dini terhadap gangguan pernapasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *