Dewan Dukung PJJ Kesehatan Siswa Jadi Prioritas: DPRD Kalteng Prioritaskan PJJ Kesehatan Siswa di Tengah Kabut Asap
Ule.co.id – Dewan Dukung PJJ Kesehatan Siswa Jadi Prioritas menjadi sorotan utama ketika DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluarkan dukungan resmi untuk penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA/SMK dan SLB di wilayah yang masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Keputusan ini menegaskan bahwa kesehatan siswa menjadi prioritas utama dalam menentukan pola pembelajaran selama kondisi udara belum membaik.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama pemerintah. Ia menambahkan, “Jika kualitas udara tidak memungkinkan siswa belajar di kelas, maka pembelajaran dari rumah melalui platform daring menjadi pilihan paling rasional.” Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 4 September 2026, menyusul peningkatan intensitas kabut asap yang mengganggu aktivitas harian warga Palangka Raya dan sekitarnya.
Kebijakan PJJ tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Kalteng Nomor 400.3.13.1/4747/DISDIK.SET.03/2026 yang mengatur penyelenggaraan layanan pendidikan di satuan pendidikan yang berada di daerah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Edaran tersebut mulai diberlakukan sejak minggu lalu, menandai langkah konkret pemerintah daerah untuk menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kondisi lingkungan yang tidak bersahabat.
Tomy Irawan Diran mengingatkan bahwa ketebalan asap di Palangka Raya dapat berubah-ubah secara cepat karena pengaruh arah angin. Fluktuasi tersebut menyulitkan prediksi kualitas udara, sehingga kehati-hatian menjadi keharusan, terutama bagi anak‑anak yang harus beraktivitas di luar rumah. Ia menambahkan, “Kondisi ini bukan alasan untuk mengabaikan pendidikan, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan pengawasan ketat dan penyesuaian metode pembelajaran.”
Meski PJJ dianggap tidak selalu menghasilkan output belajar yang setara dengan interaksi tatap muka, DPRD Kalteng tetap menilai kebijakan tersebut sebagai solusi sementara yang dapat melindungi kesehatan siswa. “Anak‑anak di rumah memang mungkin tidak mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, namun dalam situasi asap yang berbahaya, kita harus memaklumi keterbatasan tersebut,” ujar Tomy. Ia menekankan pentingnya peran guru untuk memastikan materi tetap dapat diserap secara optimal selama proses daring berlangsung.
DPRD Kalteng juga menuntut pemerintah provinsi untuk terus memantau kualitas udara secara real‑time dan mengevaluasi pelaksanaan PJJ secara berkala. Jika indikator kesehatan udara menunjukkan perbaikan, proses kembali ke pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara bertahap, tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Upaya ini diharapkan dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pendidikan dan perlindungan kesehatan siswa serta tenaga pendidik.

