analitik

Maryani Desak Perusahaan Bantu Tangani Karhutla di Kalimantan Tengah

Ule.co.id – Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Rabu (2/9), anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Maryani Sabran, menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Maryani Minta Perusahaan Bantu Tangani Karhutla karena dampak asap yang masih melanda masyarakat setempat.

Dalam sesi diskusi terbuka, Maryani menyoroti bahwa penanganan karhutla tidak dapat digantungkan semata pada aparat pemerintah dan petugas lapangan. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi intensitas asap serta mempercepat pemadaman.

Baca juga:
Wabup Kapuas Ajak Masyarakat Sukseskan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri

Beberapa bentuk kontribusi yang diusulkan meliputi:

  • Pengiriman tim pemadam kebakaran dan peralatan khusus ke lokasi terdampak.
  • Penyediaan logistik seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan bagi petugas yang bertugas.
  • Penyediaan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan akses selama kebakaran.
  • Pendirian fasilitas kesehatan darurat, termasuk rumah oksigen, untuk mengatasi gangguan pernapasan akibat asap.

Maryani menilai langkah inisiatif yang telah diambil oleh PT CBI Group dan sejumlah perusahaan lain sebagai contoh yang patut diapresiasi. “Banyak yang dapat diberikan atau dilakukan oleh perusahaan untuk saling membantu mempercepat penanganan karhutla,” tegasnya, menambahkan bahwa aksi tersebut menunjukkan komitmen strategis dunia usaha dalam situasi darurat.

Selain bantuan material, Maryani menekankan pentingnya dukungan jangka panjang. Ia berharap perusahaan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan menjalin program keberlanjutan yang dapat terus membantu masyarakat selama musim kebakaran berlanjut.

Komisi IV DPRD Kalteng juga mengusulkan pembentukan forum koordinasi rutin antara pemerintah daerah, perwakilan perusahaan, dan lembaga masyarakat sipil. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran informasi, perencanaan bersama, serta evaluasi efektivitas tindakan yang telah dilaksanakan.

Dalam konteks kebijakan, Maryani mengajak pihak berwenang untuk mempertimbangkan insentif bagi perusahaan yang aktif berpartisipasi dalam penanggulangan kebakaran. Insentif tersebut dapat berupa keringanan pajak, pengakuan publik, atau akses prioritas dalam proses perizinan.

Baca juga:
DPRD Kalteng Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah dalam Penyusunan APBD 2027 untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sejumlah pakar lingkungan menilai bahwa kolaborasi lintas sektor memang menjadi strategi yang efektif. Mereka menambahkan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada bantuan logistik, tetapi juga dapat melibatkan riset teknologi pemadaman, pengembangan sistem peringatan dini, dan rehabilitasi lahan pasca kebakaran.

Maryani Minta Perusahaan Bantu Tangani Karhutla kembali menegaskan harapannya pada akhir pernyataan. “Kita berharap semua perusahaan dapat bersinergi dan saling bahu-membahu melakukan penanganan karhutla. Mudah-mudahan keadaan yang terjadi saat ini secepatnya berlalu dan langit Kalimantan Tengah kembali cerah seperti sedia kala,” ujarnya.

Dengan tekanan asap yang masih terasa, upaya bersama antara sektor publik dan swasta menjadi semakin krusial. Masyarakat Kalimantan Tengah menantikan aksi konkret yang dapat meredakan dampak kebakaran sekaligus memulihkan kondisi lingkungan yang terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *