analitik

Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas Meriah, Ribuan Peserta Padati Jalanan Kuala Kapuas

KUALA KAPUAS, Ule.co.idPawai Tahun Baru Islam di Kapuas berlangsung meriah dan penuh semangat pada Selasa pagi. Ribuan peserta dari berbagai kalangan memadati ruas jalan di Kuala Kapuas untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut diikuti oleh pelajar, santri, organisasi keagamaan, majelis taklim, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari saat mereka berkumpul di kawasan Stadion Panunjung Tarung sebelum memulai pawai.

Baca juga:

Ketua Umum Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kapuas, Saferaniansyah, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Peserta pawai yang mengikuti kegiatan pada hari ini berjumlah 119 kelompok peserta. Tahun ini antusias peserta luar biasa dibanding tahun sebelumnya,” kata Saferaniansyah usai kegiatan.

Ribuan Peserta Ikuti Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas

Tingginya partisipasi masyarakat membuat Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas menjadi salah satu perayaan keagamaan terbesar yang digelar di daerah tersebut tahun ini.

Ratusan kelompok peserta tampil dengan berbagai atribut Islami, spanduk, serta pesan-pesan yang mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan memperkuat persaudaraan.

Suasana semakin semarak ketika para peserta berjalan menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Kuala Kapuas sambil melantunkan salawat dan seruan yang mencerminkan semangat Tahun Baru Islam.

Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan bahwa peringatan 1 Muharam masih memiliki makna yang kuat sebagai momentum mempererat hubungan sosial dan meningkatkan nilai-nilai keagamaan.

Bupati Kapuas Lepas Langsung Peserta Pawai

Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas secara resmi dilepas oleh Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Pelepasan peserta dilakukan di kawasan Stadion Panunjung Tarung yang menjadi titik awal kegiatan.

Kehadiran pemerintah daerah dalam acara tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Wiyatno menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Momentum Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan kualitas keimanan.

Baca juga:

“Peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian tahun, tetapi menjadi momentum untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik,” kata Wiyatno.

Ia menambahkan bahwa semangat Tahun Baru Islam juga harus diwujudkan melalui peningkatan ketakwaan, kepedulian sosial, dan persatuan di tengah masyarakat.

Sarana Syiar Islam dan Silaturahmi

Selain menjadi perayaan keagamaan, Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas juga berfungsi sebagai sarana syiar Islam yang memperkuat ukhuwah atau persaudaraan antarmasyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Ketua PHBI Kapuas, Saferaniansyah, menilai pawai ini memiliki nilai strategis dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak pihak dapat memperkuat semangat gotong royong dan mempererat tali silaturahmi.

Panitia Apresiasi Ketertiban Peserta

Keberhasilan Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk peserta yang mengikuti kegiatan dengan tertib.

Saferaniansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjaga ketertiban dan kekompakan selama kegiatan berlangsung.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai instansi yang membantu kelancaran acara.

Menurutnya, kerja sama yang baik antara panitia, pemerintah, dan masyarakat membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan tertib dan menjaga kekompakan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Antusiasme Masyarakat Meningkat

Peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas tahun ini.

Baca juga:

Sebanyak 119 kelompok peserta yang ikut ambil bagian menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan semakin kuatnya semangat kebersamaan dan partisipasi warga dalam kegiatan-kegiatan bernuansa keagamaan.

Berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak berbaur dan mengikuti pawai dengan penuh semangat.

Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan

Melalui Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas, masyarakat diajak untuk merefleksikan makna Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keislaman.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun solidaritas sosial serta mempererat hubungan antarwarga di Kabupaten Kapuas.

Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi tradisi positif yang memperkuat karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan peduli terhadap sesama.

Harapan untuk Kapuas yang Lebih Harmonis

Menutup sambutannya, Bupati Muhammad Wiyatno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia berharap Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas dapat menjadi media syiar yang membawa pesan perdamaian, persatuan, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga pawai ini menjadi sarana syiar Islam yang membawa semangat persatuan, kedamaian, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat Kapuas,” kata Wiyatno.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak, Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas tahun ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, meningkatkan keimanan, serta membangun semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Kapuas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *