analitik

Ferrari Luce Cetak Rekor: Mobil Listrik Pertama Ferrari Laku Rp 712 Miliar, Pembeli Misterius

Ule.co.id – Mobil listrik pertama Ferrari laku Rp 712 miliar, pembelinya bukan orang sembarangan [titlebase] menjadi headline utama setelah unit eksklusif Ferrari Luce terjual dalam lelang amal RM Sotheby’s di Monterey, California. Penjualan ini mencatatkan rekor baru sebagai mobil produksi baru termahal yang pernah dilelang, sekaligus menegaskan langkah Ferrari menuju era kendaraan listrik yang premium.

Acara lelang yang digelar pada 15 Agustus 2026 mempertemukan sejumlah kolektor kelas dunia, namun identitas pembeli tetap dirahasiakan oleh rumah lelang. Harga akhir US$40 juta atau setara sekitar Rp 712 miliar melampaui estimasi awal yang hanya di atas US$1,1 juta. Unit yang terjual merupakan “Chassis 0”, rangka pertama dari lini Ferrari Luce, lengkap dengan plakat khusus yang menandai statusnya sebagai pionir produksi.

Baca juga:
Hyundai Luncurkan Ioniq 3 di Milan Design Week 2026, Incar Pasar Mobil Listrik Kompak Eropa

Mobil listrik pertama Ferrari laku Rp 712 miliar, pembelinya bukan orang sembarangan [titlebase] menambah aura misteri di balik proses pembelian. Penjualannya tidak hanya menjadi catatan finansial, tetapi juga simbol kepercayaan kolektor terhadap visi teknologi Ferrari yang berani menembus batas tradisional.

Desain Ferrari Luce dikerjakan oleh Jony Ive, desainer ikonik yang sebelumnya memimpin tim desain iPhone. Ia menciptakan eksterior berwarna Madreperla Semi-Gloss, sebuah pigmen eksklusif yang memancarkan cahaya hijau ke ungu tergantung sudut pandang. Interior dipenuhi kulit metalik Le Mans berwarna Perla, dengan aksen Grigio Corvara pada panel sekunder. Semua elemen diproduksi melalui program Ferrari Tailor Made, memungkinkan pembeli mengatur spesifikasi secara personal, termasuk roda khusus, sistem pengereman yang dimodifikasi, dan logo Ferrari yang ditempatkan di latar putih optik.

Reaksi pasar saat peluncuran pada Mei 2026 beragam. Sebagian kritikus, termasuk mantan chairman Ferrari Luca Cordero di Montezemolo, menilai desain Luce terlalu jauh dari identitas khas kuda jingkrak. Ia menyebut mobil tersebut berisiko merusak warisan merek. Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini juga mengkritik, menganggap konfigurasi lima tempat duduk dan motor listrik mengurangi esensi sportivitas Ferrari. Kritik ini sempat menekan saham Ferrari, yang mengalami penurunan pada hari berikutnya.

Meski mendapat sorotan negatif, penjualan Ferrari Luce menunjukkan daya tarik kuat bagi kolektor yang mengutamakan eksklusivitas dan inovasi. Hasil lelang penuh akan disumbangkan kepada program pendidikan Ferrari Foundation, memperkuat komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan pengembangan bakat muda di bidang otomotif serta teknologi berkelanjutan.

Baca juga:
Volvo EX30 Dihentikan di AS: Analisis Pasar Mobil Listrik

Keberhasilan penjualan ini membuka peluang bagi Ferrari untuk memperluas lini kendaraan listriknya. Pihak manajemen mengindikasikan bahwa produksi massal Ferrari Luce akan dimulai pada akhir 2027, dengan varian yang dapat disesuaikan melalui Ferrari Tailor Made. Fokus utama tetap pada performa tinggi, meski menggunakan motor listrik yang menghasilkan torsi instan dan jarak tempuh yang kompetitif.

Dengan catatan penjualan yang memecahkan rekor, Ferrari Luce tidak hanya menandai era baru bagi sang pembuat mobil sport legendaris, tetapi juga menegaskan posisi Italia dalam persaingan mobil listrik mewah global. Ke depan, para pengamat menantikan bagaimana model ini akan memengaruhi strategi kompetitor dan kebijakan regulasi emisi di pasar utama Ferrari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *