analitik

Polisi Ungkap Ada Peserta Aksi Mahasiswa Bawa Sajam, BEM Tegaskan Bukan Anak UI

Ule.co.id – Polisi sebut peserta aksi mahasiswa ada yang bawa sajam, korlap BEM: Bukan anak UI! [titlebase] Menjadi sorotan utama setelah serangkaian penangkapan di sekitar aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta pada akhir Agustus 2026. Pihak kepolisian Metro Jaya mengungkap bahwa sejumlah individu membawa senjata tajam ke lokasi aksi, namun tidak semuanya merupakan mahasiswa dari Universitas Indonesia.

Penindakan dimulai pada dini hari Rabu, 19 Agustus 2026, ketika tim Patroli Gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob bersama Polres Metro Jakarta Timur menindak empat pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran di Jalan Raya Cilangkap, Cipayung. Dari mereka, polisi menyita tiga bilah senjata tajam serta dua unit sepeda motor. Empat pemuda tersebut diamankan, sementara tiga senjata tajam berhasil diamankan.

Baca juga:
Anak Menkeu Ungkap 7 Oligarki Kontrol Politik, Celios: Bukan Hal Baru, Harusnya Tolak Proyeknya

Dalam aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Tosari, Jakarta Pusat, petugas menemukan satu bilah pisau dapur dan satu golok. Kedua benda tersebut diambil dari dua orang, yakni seorang mahasiswa demonstran dan seorang sopir ambulans yang mengantar kendaraan medis ke lokasi aksi. Kedua orang tersebut kemudian dipulangkan dengan status saksi setelah dilakukan pendalaman. Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pisau tersebut kemungkinan terbawa dalam tas mahasiswa setelah menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sementara golok milik sopir ambulans merupakan perlengkapan standar yang dibekali oleh perusahaan ambulans dari Sukabumi.

Selain itu, pada hari yang sama, Satgas Gakkum Polda Metro Jaya menahan 21 orang yang diduga membawa bahan-bahan berbahaya menjelang aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka membawa 12 petasan, flare, dan enam botol kaca yang diperkirakan akan dijadikan bahan baku bom molotov. Pihak kepolisian menegaskan bahwa semua 21 orang tersebut bukan bagian dari massa mahasiswa, melainkan individu yang berencana memicu kerusuhan. Setelah proses edukasi pre‑emptive, seluruh mereka dipulangkan.

Polisi sebut peserta aksi mahasiswa ada yang bawa sajam, korlap BEM: Bukan anak UI! [titlebase] menegaskan bahwa penegakan hukum secara represif menjadi langkah terakhir setelah upaya pencegahan dan edukasi. Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa pendekatan pre‑emptive education menjadi strategi utama dalam menangani potensi ancaman keamanan selama aksi massa.

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), yang tidak disebutkan namanya, menolak tudingan bahwa mahasiswa UI terlibat dalam membawa senjata tajam. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang ditemukan membawa pisau bukan berasal dari UI, melainkan dari institusi lain yang ikut dalam aksi. Pernyataan ini mempertegas fakta bahwa tidak semua peserta aksi merupakan mahasiswa UI, meski aksi tersebut diprakarsai oleh BEM UI.

Baca juga:
Sjafrie Sjamsoeddin: Potensi Tokoh Baru di Pilpres 2029

Berikut rangkuman barang-barang yang disita selama rangkaian penindakan:

  • 3 bilah senjata tajam (pisau dapur) di Cipayung
  • 1 bilah pisau dapur di demonstrasi Tosari
  • 1 golok di ambulans
  • 12 petasan, flare, dan 6 botol kaca di Bundaran HI

Penegakan hukum yang bersifat preventif ini diharapkan dapat menurunkan potensi kekerasan dalam aksi demonstrasi dan menjaga ketertiban umum. Pihak kepolisian menutup kasus dengan menegaskan kembali bahwa semua yang terlibat telah dipulangkan setelah diberikan edukasi mengenai bahaya membawa barang berbahaya di ruang publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *