analitik

Gempa Nias Selatan Magnitudo 6,1 Guncang Sumut hingga Sumbar, Galon Air Bergoyang – Dampak dan Tindakan Darurat

Ule.co.id – Gempa di Nias Selatan Sumut terasa sampai Sumbar, air galon bergoyang [titlebase] menimbulkan kepanikan ringan di rumah-rumah penduduk pada Selasa (18/8/2026). Guncangan dengan magnitudo 6,1 terjadi pukul 13:02 WIB, berpusat di laut sekitar 157 km tenggara Nias Selatan pada kedalaman 35 km. Meskipun tidak menimbulkan tsunami, getaran terasa kuat hingga wilayah Sumatera Barat, termasuk Padang, Bukittinggi, dan Padang Pariaman.

Menurut pernyataan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi. Skala intensitas di Tapanuli Utara tercatat IV MMI, menandakan keretakan ringan pada perabotan, pecahnya gerabah, serta deritan pintu dan jendela. Di Padang Sidempuan dan sebagian besar kabupaten di Sumbar, intensitas tercatat III MMI, cukup untuk membuat benda-benda ringan bergetar.

Baca juga:
Tragedi Swafoto di Gunung Slamet: Pendaki Asal Brebes Jatuh ke Kawah, Jenazah Dievakuasi

Warga di Nias Selatan melaporkan bahwa getaran terasa selama tiga hingga lima detik, cukup untuk membuat galon air minum dalam kemasan (AMDK) bergoyang di rak dapur. Fenomena ini menjadi sorotan media sosial, dengan banyak foto galon yang tampak berayun. Kejadian tersebut menambah keprihatinan terkait keamanan penyimpanan air bersih, terutama di daerah yang belum memiliki pasokan listrik stabil.

Prosedur penanganan galon AMDK di Indonesia diatur ketat. Setiap galon yang kembali ke pabrik melalui proses pencucian mekanis, penggunaan air panas, deterjen food grade, serta sterilisasi UV atau ozon. Pemeriksaan kualitas dilakukan secara individual sebelum galon diisi kembali. Sementara galon yang dibawa ke depot isi ulang (DAMIU) biasanya hanya dibersihkan secara manual, tanpa standar sanitasi yang seketat pabrik. Perbedaan ini menjadi penting mengingat gempa dapat mengakibatkan pecahnya galon, meningkatkan risiko kontaminasi.

BNPB melalui Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Berton SP Panjaitan, mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi galon yang tergeletak setelah gempa. Jika terdapat retakan atau kebocoran, galon harus dibuang dan diganti dengan yang baru atau yang telah melalui proses sterilisasi resmi. Selain itu, pihak berwenang menekankan pentingnya memeriksa kondisi bangunan, terutama retakan pada dinding atau atap yang dapat memburuk setelah gempa susulan.

Baca juga:
Tragis di Musi Rawas: Pria Tewas Ditikam Saat Menunggu Istri di Motor Usai Hajatan

BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan melaporkan tidak ada gempa susulan hingga pukul 13:30 WIB. Namun, mereka tetap waspada dan siap memberikan peringatan dini jika terjadi gempa lanjutan. Sementara itu, BPBD setempat melakukan survei lapangan untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural signifikan pada infrastruktur kritis seperti jembatan, jalan, dan fasilitas kesehatan.

Gempa di Nias Selatan Sumut terasa sampai Sumbar, air galon bergoyang [titlebase] menjadi contoh bagaimana peristiwa alam dapat mempengaruhi aspek kehidupan sehari-hari yang tidak terduga. Pemerintah daerah bersama lembaga terkait terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan air bersih tetap aman, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prosedur darurat gempa bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *