Penataan Ulang MBG Dimulai, Zulhas Targetkan Pembenahan Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis Rampung dalam 1 Bulan
JAKARTA, Ule.co.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melakukan Penataan Ulang MBG atau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu satu bulan ke depan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program, mulai dari tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), distribusi penerima manfaat, hingga pengawasan kualitas layanan di lapangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan proses pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan manajemen baru Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah menilai program strategis nasional tersebut perlu diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Perlu waktu penataan, ya. Satu bulan. Satu bulan penataan,” kata Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis.
Pemerintah Fokus Benahi Tata Kelola Program
Dalam agenda Penataan Ulang MBG, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek penting yang selama ini menjadi sorotan.
Beberapa fokus utama pembenahan meliputi:
- Penataan kembali titik SPPG yang sempat diperjualbelikan
- Verifikasi data penerima manfaat
- Pemetaan sekolah penerima MBG
- Peningkatan kualitas dapur penyedia makanan
- Penguatan sistem pengawasan layanan
- Evaluasi kapasitas operasional di setiap wilayah
Menurut Zulhas, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
“Perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan manajemen yang baru untuk membenahi program yang sangat penting,” ujarnya.
Presiden Prabowo Beri Perhatian Khusus
Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan MBG telah mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, laporan mengenai sejumlah kendala di lapangan menjadi salah satu alasan pemerintah mengambil langkah evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.
“Pada satu titik, akhirnya Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan untuk mengganti dengan manajemen yang baru,” kata Zulhas.
Pergantian manajemen diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut.
BGN Terapkan Langkah Efisiensi Anggaran
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar program tetap berjalan efektif tanpa membebani keuangan negara.
Menurut Nanik, efisiensi anggaran menjadi salah satu fokus utama dalam Penataan Ulang MBG.
Meski demikian, ia memastikan langkah penghematan tersebut tidak akan mengurangi target pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.
“Kami melakukan berbagai efisiensi tanpa mengubah tujuan utama program dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” ujarnya.
Moratorium Pembukaan Dapur Baru
Salah satu kebijakan yang diambil BGN adalah menghentikan sementara pembukaan dapur dan titik layanan baru.
Saat ini tercatat terdapat sekitar 27.877 titik dapur operasional yang terdaftar berdasarkan virtual account.
Seluruh titik tersebut akan dievaluasi kembali untuk memastikan kapasitas layanan sesuai dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing daerah.
Langkah ini dianggap penting untuk menghindari ketimpangan distribusi layanan serta meningkatkan efisiensi operasional program.
Sebaran Dapur Dinilai Belum Merata
Dalam evaluasi awal, BGN menemukan bahwa sebaran dapur MBG masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah lain belum memperoleh layanan secara optimal.
Karena itu, pemerintah memutuskan menghentikan sementara pendaftaran dapur baru sambil melakukan pemetaan kebutuhan di seluruh daerah.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap distribusi layanan MBG dapat lebih merata dan menjangkau daerah yang selama ini belum terlayani secara maksimal.
Evaluasi Penerima Manfaat
Selain menata fasilitas layanan, pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap data penerima manfaat.
Saat ini jumlah penerima manfaat MBG tercatat mencapai sekitar 63 juta orang.
Menurut Nanik, proses evaluasi dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang paling membutuhkan.
Melalui refocusing penerima manfaat, intervensi gizi diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Fokus Kualitas pada Tahun 2026
BGN menegaskan bahwa pelaksanaan program pada 2026 tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah penerima atau ekspansi layanan.
Sebaliknya, fokus utama akan diarahkan pada peningkatan kualitas pelaksanaan program.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi:
- Kualitas makanan yang disajikan
- Kepatuhan terhadap petunjuk teknis
- Standar operasional dapur
- Kapasitas pelayanan setiap titik
- Pengawasan distribusi makanan
- Transparansi pelaporan
Evaluasi akan dilakukan secara berkala guna memastikan setiap dapur yang beroperasi memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Program MBG Dinilai Strategis bagi Pembangunan SDM
Pemerintah menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, program ini juga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang generasi muda yang lebih sehat dan produktif.
Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas gizi diyakini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing nasional.
Dorong Perputaran Ekonomi Daerah
Tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.
Menurut Nanik, keberadaan dapur-dapur MBG berpotensi menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk pangan lokal.
Mulai dari petani, peternak, nelayan hingga pelaku usaha mikro dapat memperoleh manfaat ekonomi dari rantai pasok program tersebut.
Karena itu, pemerintah menilai keberhasilan Penataan Ulang MBG tidak hanya penting bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal.
Dengan target penyelesaian dalam satu bulan, pemerintah berharap berbagai pembenahan yang dilakukan dapat meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, penerima manfaat, serta kualitas layanan menjadi langkah penting untuk memastikan program prioritas nasional ini berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

