Cara Cek Desil: Mengenal Pengertian, Cara Ukur, dan Kaitannya dengan BBM Subsidi
Ule.co.id – Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu basis data dalam penyaluran program bantuan sosial (bansos). Melalui DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam desil berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil. Secara sederhana, pembagian desil dapat dipahami sebagai berikut: Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga dalam pemeringkatan DTSEN. Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi posisi kesejahteraannya.
Penentuan desil mempertimbangkan sejumlah variabel sosial ekonomi, antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, dan kepemilikan aset. Data desil juga bersifat dinamis. Artinya, posisi sebuah keluarga dapat berubah apabila kondisi sosial ekonominya mengalami perubahan dan data diperbarui. Pada Agustus 2026, masyarakat dapat mengecek desil secara online melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos). Pengecekan dapat dilakukan menggunakan NIK yang tertera pada KTP. Setelah pencarian dilakukan, sistem akan menampilkan sejumlah informasi, termasuk nama, kategori desil, status penerimaan bansos, hingga periode pencairan apabila tersedia.
Cara cek desil dapat dilakukan dengan mudah dan cepat melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. Masyarakat hanya perlu menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah itu, mereka dapat mengunjungi laman Cek Bansos dan mengikuti instruksi yang ada. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui desil mereka dan memahami apa yang dimaksud dengan desil.
Desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga atau rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Data individu tetap tercatat dalam DTSEN, tetapi penilaian desil menggambarkan kondisi kesejahteraan keluarga. Artinya, desil tidak berarti setiap anggota keluarga mempunyai desil masing-masing berdasarkan penghasilan pribadi. Sebagai contoh, dalam satu keluarga terdapat ayah, ibu, dan dua anak. Kondisi sosial ekonomi keluarga tersebut menjadi bagian dari penilaian kesejahteraan.
Cara cek desil juga dapat membantu masyarakat memahami kriteria desil yang digunakan oleh pemerintah. Desil 1-4 merupakan 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, sedangkan desil 5 berada pada posisi 40-50 persen dalam distribusi tersebut. Dengan demikian, desil 1-4 dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial PKH dan Sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Penentuan desil tidak hanya melihat penghasilan. Kemensos menjelaskan bahwa pengelompokan tersebut menggunakan sejumlah variabel sosial ekonomi, antara lain pekerjaan dan pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset. BPS juga menjelaskan bahwa pengelompokan kesejahteraan dalam DTSEN mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi tempat tinggal, sanitasi dan air minum, kesehatan, disabilitas, kepemilikan aset, serta kepemilikan usaha.
Dalam konteks Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau DTSEN di Indonesia, urutan ini bergerak dari Desil 1 (kelompok 10% masyarakat dengan kondisi ekonomi paling bawah) hingga Desil 10 (kelompok 10% masyarakat dengan kondisi ekonomi paling atas/paling mapan). Penting untuk dicatat bahwa pembagian desil ini tidak bersifat acak, melainkan didasarkan pada perhitungan matematis yang ketat menggunakan variabel multidimensi, seperti: pendapatan keluarga, kondisi rumah dan fasilitas dasar, kepemilikan aset, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, jumlah tanggungan dalam keluarga, keberadaan anggota keluarga rentan (lansia, anak, disabilitas).
Mengacu pada Peraturan Menteri Sosial terbaru tahun 2026 di laman DTSEN, Desil 1-4 (40% terbawah) dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial PKH dan Sembako, penetapan Desil 1 hingga Desil 10 didasarkan pada survei komprehensif yang mencakup indikator aset, kondisi hunian, hingga beban tanggungan keluarga untuk menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Masyarakat kini dapat memantau status kesejahteraan keluarganya secara transparan melalui kanal digital resmi yang telah terintegrasi dengan data kependudukan tanpa perlu antre di kantor dinas terkait.
Secara harfiah, istilah desil berasal dari kata bahasa Latin decem yang berarti sepuluh. Dalam ilmu statistik dan ekonomi, desil adalah metode pembagian kelompok data yang membagi seluruh populasi masyarakat ke dalam sepuluh bagian yang sama besar, yaitu masing-masing sebesar 10 persen. Jika total rumah tangga di sebuah negara adalah 100 juta, maka pemerintah akan mengurutkannya dari yang paling miskin hingga yang paling kaya, lalu membaginya menjadi 10 kelompok yang masing-masing berisi 10 juta rumah tangga.
Bagaimana cara cek desil? Masyarakat dapat mengecek desil secara online melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos). Pengecekan dapat dilakukan menggunakan NIK yang tertera pada KTP. Setelah pencarian dilakukan, sistem akan menampilkan sejumlah informasi, termasuk nama, kategori desil, status penerimaan bansos, hingga periode pencairan apabila tersedia. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui desil mereka dan memahami apa yang dimaksud dengan desil.
Cara cek desil juga dapat membantu masyarakat memahami kriteria desil yang digunakan oleh pemerintah. Desil 1-4 merupakan 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, sedangkan desil 5 berada pada posisi 40-50 persen dalam distribusi tersebut. Dengan demikian, desil 1-4 dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial PKH dan Sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Cara cek desil juga dapat membantu masyarakat memahami bagaimana cara penentuan desil dan apa yang dimaksud dengan desil.

