analitik

Harga Emas Antam Turun Rp 25.000, Dampak Pajak Digital & Kasus Kripto Besar Bikin Warga Waspada

Ule.co.id – Pada Jumat, 11 September 2026, harga emas Antam mengalami penurunan signifikan sebesar Rp 25.000 per gram, mencatat harga jual Rp 2.600.000. Penurunan ini menurunkan harga emas Antam dari Rp 2.625.000 pada hari sebelumnya, sekaligus menurunkan harga buyback menjadi Rp 2.450.000 per gram. Fluktuasi ini terjadi bersamaan dengan dinamika pasar global, di mana harga emas spot dunia turun 0,9% menjadi US$ 4.359,19 per ons setelah data inflasi AS yang kuat menambah spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.

Sementara pasar logam mulia bergejolak, pemerintah Indonesia meluncurkan sistem Pajak Pertambahan Nilai Digital (SPP‑TDLN) pada 10 September 2026. Mekanisme ini tidak dimaksudkan sebagai pajak baru atau pajak ganda, melainkan sebagai pelengkap pengumpulan VAT atas transaksi digital yang dilakukan melalui platform elektronik. Direktorat Jenderal Pajak menargetkan perluasan basis pajak digital dari Rp 8 triliun menjadi sekitar Rp 12 triliun, dengan harapan pendapatan negara dapat meningkat secara signifikan. Sistem ini dioperasikan oleh PT Jalin Pembayaran Nusantara, anak perusahaan BUMN, dan diharapkan dapat menstabilkan penerimaan pajak di era ekonomi digital.

Baca juga:
Harga Emas Sepekan: Antam Naik Tipis Rp 2.000 per Gram, Galeri24 Turun Rp 6.000

Di sektor kripto, kasus pencurian Bitcoin senilai lebih dari US$ 245 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) kembali menggemparkan publik. Seorang tersangka bernama Lam, yang pernah bersekolah di kelas delapan dan pindah ke Amerika Serikat, mengaku bersalah atas konspirasi racketeering federal. Ia dan jaringan rekanannya berhasil mencuri lebih dari 4.100 Bitcoin melalui teknik rekayasa sosial, memanipulasi korban dengan menyamar sebagai perwakilan Google dan bursa kripto Gemini. Hasil curian tersebut diubah menjadi uang tunai, yang kemudian digunakan untuk gaya hidup mewah, termasuk pembelian mobil sport, sewa rumah di Miami, dan pengeluaran di klub malam Los Angeles senilai US$ 569.000 (sekitar Rp 10 miliar).

Kasus korupsi di bidang agritech juga menjadi sorotan. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman denda Rp 1 miliar kepada masing-masing anak perusahaan PT Tani Group Indonesia (TaniHub) dan dua subsidiarnya, serta memerintahkan total restitusi sebesar Rp 364 miliar. Restitusi tersebut dibagi menjadi Rp 23,09 miliar untuk Tani Group, Rp 236,91 miliar untuk PT Tani Hub Indonesia, dan Rp 77,22 miliar untuk PT Tani Supply Indonesia. Jika denda tidak dibayar dalam dua bulan, aset perusahaan dapat disita dan dilelang untuk mengembalikan kerugian negara.

Di tengah gejolak ekonomi ini, banyak warga dengan pendapatan terbatas tetap berupaya menabung untuk membeli rumah. Bagi mereka yang berpenghasilan Rp 3 juta per bulan, strategi menabung yang terstruktur menjadi kunci. Pertama, tentukan target dana rumah, misalnya rumah subsidi seharga Rp 150 juta dengan uang muka 10% (Rp 15 juta). Kedua, buka rekening khusus tanpa kartu ATM untuk menghindari penarikan impulsif. Ketiga, alokasikan dana rumah pada awal gaji menggunakan metode 50/30/20 yang disesuaikan, sehingga sebagian pendapatan langsung dialokasikan ke tabungan rumah.

Baca juga:
Prabowo Soroti Impor Kopi Cokelat, Dorong Hilirisasi Nasional
  • Catat semua pengeluaran harian.
  • Pisahkan kebutuhan dan keinginan, serta lunasi utang konsumtif.
  • Siapkan dana darurat minimal tiga bulan pengeluaran.
  • Manfaatkan THR, bonus, atau penghasilan tambahan untuk menambah tabungan.
  • Otomatisasi setoran bulanan ke rekening khusus.

Strategi mempercepat akumulasi uang muka meliputi mencari pekerjaan sampingan, mengoptimalkan investasi berbasis risiko rendah, serta mengurangi biaya tempat tinggal seperti berbagi kamar atau menunda renovasi. Dengan disiplin dan perencanaan, target uang muka dapat tercapai dalam 3‑5 tahun, meskipun gaji hanya Rp 3 juta.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas Antam, penerapan pajak digital, kasus pencurian Bitcoin, serta denda TaniHub menandai dinamika ekonomi Indonesia yang kompleks. Bagi konsumen, pemahaman terhadap perubahan harga logam mulia, kebijakan pajak baru, serta risiko investasi digital menjadi penting. Sementara itu, strategi menabung yang terstruktur memberikan harapan bagi keluarga berpendapatan rendah untuk memiliki rumah layak di tengah ketidakpastian pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *