Kelangkaan Beras Premium Memicu Kebijakan Darurat: Bulog Tambah Stok 300 Ribu Ton
Ule.co.id – Penyediaan beras premium mengalami gangguan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga konsumen di Jakarta dan kota besar lainnya melaporkan kesulitan menemukan kemasan 5 kilogram di rak ritel modern. Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia, Sutarto Alimoeso, menegaskan bahwa kelangkaan ini tidak bersifat sementara dan telah memicu kepanikan di kalangan pembeli.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menanggapi situasi tersebut dengan menginstruksikan Perum Bulog untuk menambah pasokan beras premium ke jaringan ritel modern sebesar 300 ribu ton. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin, 21 September 2026, Amran menekankan bahwa stok beras nasional secara keseluruhan tetap aman, namun distribusi beras premium harus dipercepat untuk menghindari tekanan harga.
Data resmi menunjukkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai sekitar 4,6 juta ton per 18 September 2026, dengan penyaluran sebesar 2,3 juta ton hingga pertengahan bulan. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan penambahan kuantum Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar satu juta ton untuk wilayah dengan permintaan tinggi. Langkah ini diharapkan menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan beras premium bagi semua segmen masyarakat.
Selain penambahan stok, pemerintah meluncurkan moratorium terhadap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar kandungan yang tertera pada label. Daftar merek tersebut mencakup WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS. Amran menegaskan bahwa proses pencabutan izin dan penindakan hukum akan dilaksanakan secara berjenjang bila pelanggaran terbukti.
Menurut Prof. Megawati Simanjuntak, Guru Besar Perilaku Konsumen IPB University, kelangkaan beras premium ukuran 5 kilogram dapat memicu perilaku pembelian impulsif. Konsumen cenderung membeli dalam jumlah lebih besar atau mencari alternatif produk yang dianggap setara. “Ketika kemasan 5 kg mulai langka, masyarakat pasti langsung merasa khawatir dan berusaha menyetok lebih banyak,” ujar Prof. Megawati dalam wawancara.
- PT Indomarco Prismatama
- PT Megah Daya Inti
- PT Inti Cakrawala Citra
- PT Sumber Alfaria Trijaya
- PT Lion Super Indo
- PT Swalayan Sukses Abadi
- PT Matahari Putra Prima
- PT Tip Top Supermarket
- PT Midi Utama Indonesia
- PT Hero Retail Nusantara
Kerjasama antara Bulog dan jaringan ritel ini mencakup penyaluran 110 ribu ton cadangan beras, di mana 75 ribu ton dialokasikan sebagai beras premium dan 35 ribu ton sebagai beras medium. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan pasokan di pasar dan menurunkan selisih harga yang sempat mencapai tiga kali lipat antara beras premium dan beras fortifikasi.
Ke depan, otoritas pangan akan terus memantau peredaran beras di pasar melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Pengawasan ketat diharapkan dapat mencegah praktik penipuan label dan memastikan bahwa setiap kemasan beras yang beredar memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

