Strategi Akuisisi Saham: Emiten RAJA, RATU, dan JIHD Siapkan Langkah Besar 2027
Ule.co.id – Berbagai emiten terkemuka di Bursa Efek Indonesia memperkuat posisi mereka lewat serangkaian langkah strategis, mulai dari akuisisi saham hingga penempatan modal tambahan, yang diharapkan meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka menengah. Langkah-langkah ini mencerminkan dinamika pasar modal yang semakin kompetitif, di mana setiap keputusan investasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara finansial dan operasional.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan penyelesaian akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas (LNG) senilai US$43,675 juta. Transaksi ini, yang mencakup down payment US$5 juta pada Mei 2026, ditandatangani melalui Share Sale and Purchase Agreement (SSPA) pada 29 April 2026. Pendanaan berasal dari fasilitas pinjaman bank yang kemudian diteruskan ke anak perusahaan PT Raharja Gas Kasuri (RGK) sebagai pinjaman pemegang saham. Setelah akuisisi, struktur kepemilikan LNG menjadi: Genting LNG Pte Ltd 83,18%, Genting Bintuni Pte Ltd 11,82%, dan PT Raharja Gas Kasuri 5,00%.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Total Harga Akuisisi | US$43,675 juta |
| Down Payment | US$5 juta |
| Persentase Saham | 5% |
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menargetkan setidaknya satu akuisisi aset migas yang sudah berproduksi pada tahun 2027. Direktur Adrian Hartadi menekankan bahwa kualitas aset menjadi prioritas utama, mengingat risiko eksplorasi yang tinggi. Strategi ini sejalan dengan roadmap RATU yang berfokus pada investasi non‑operating sebelum beralih ke investasi operasional, dengan harapan kontribusi profitabilitas dapat terasa lebih cepat.
Di sisi lain, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia terkait volatilitas perdagangan sahamnya. Manajemen menegaskan tidak ada informasi material yang dapat memengaruhi harga saham atau keputusan investasi, serta tidak ada rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan. Pernyataan ini menegaskan komitmen JIHD untuk menjaga transparansi dan stabilitas bagi investor.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mengumumkan private placement sebesar 460.526.240 saham biasa tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), setara 10% dari modal ditempatkan. Harga pelaksanaan ditetapkan minimal 90% rata‑rata harga penutupan selama 25 hari bursa terakhir. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk modal kerja, sementara dilusi kepemilikan diperkirakan mencapai 9,09% bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi.
- Jumlah saham baru: 460,5 juta
- Dilusi: ~9,09%
- Tujuan: Modal kerja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pada zona hijau pada 10 September 2026, mencatat level 6.688,18 dan naik menjadi 6.698,51 pada pukul 09:03 WIB. Volume transaksi mencapai 3,247 miliar lembar dengan nilai Rp2,199 triliun. Di antara 309 saham yang menguat, beberapa emiten terkait akuisisi menunjukkan kenaikan signifikan, mencerminkan sentimen positif pasar terhadap langkah ekspansi mereka.
Secara keseluruhan, rangkaian aksi korporasi ini menandakan bahwa emiten di Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan organik, melainkan juga pada ekspansi anorganik melalui akuisisi saham dan penambahan modal. Pendekatan yang mengutamakan kualitas aset serta pengelolaan risiko keuangan diharapkan dapat memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan kepercayaan investor, dan pada akhirnya mendorong pergerakan IHSG ke arah yang lebih bullish.

