analitik

Duduk Perkara Perempuan Dituding Pelakor Dikeroyok Ibu-Ibu di Sampang, Polisi Ungkap Kronologisnya

Ule.co.id – Duduk perkara perempuan dituding pelakor dikeroyok ibu-ibu di Sampang, polisi ungkap kronologisnya menjadi sorotan hangat di masyarakat akhir-akhir ini. Kasus yang terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ini melibatkan seorang perempuan berinisial MR (27) yang dituding sebagai perebut laki orang (pelakor) dan dikeroyok oleh sekelompok ibu-ibu.

Menurut keterangan polisi, kejadian bermula ketika MR diajak oleh seorang perempuan berinisial H (29) ke tempat praktik bidan mandiri di Dusun Tetean, Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Pertemuan itu awalnya disebut berkaitan dengan dugaan hubungan asmara antara MR dan suami H.

Baca juga:
Misteri Kematian Dokter Magang yang Tewas di Apartemen Lantai 18

Namun, pertemuan tersebut kemudian berakhir dengan dugaan kekerasan yang melibatkan sejumlah orang. MR akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Sampang. Kasus ini menjadi perhatian setelah rekaman dugaan pengeroyokan tersebar di media sosial.

Polisi kini mendalami peran masing-masing orang yang berada di lokasi serta mencocokkan keterangan para saksi dengan barang bukti yang telah diamankan. Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, polisi menangani laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

Duduk perkara perempuan dituding pelakor dikeroyok ibu-ibu di Sampang, polisi ungkap kronologisnya yang lebih lanjut menyebutkan bahwa kejadian bermula ketika MR diajak oleh H untuk datang ke tempat praktik bidan mandiri di Desa Bira Barat. Setibanya di lokasi, korban mendapati ada lima orang, dua di antaranya disebut merupakan terlapor, sedangkan tiga orang lainnya belum dikenal oleh korban.

Di tempat tersebut, H kemudian menanyakan kepada korban mengenai dugaan hubungan asmara dengan suaminya. MR mengakui pernah berhubungan dengan suami H, tetapi membantah adanya hubungan lain selain komunikasi melalui pesan. Namun, penjelasan korban tidak membuat terduga pelaku percaya hingga korban diduga menjadi sasaran kekerasan.

Baca juga:
Viral CCTV Aksi Maling Jemuran di Teras Rumah Palembang, Nasib Pria Berhelm Putih Ini Terungkap

Duduk perkara perempuan dituding pelakor dikeroyok ibu-ibu di Sampang, polisi ungkap kronologisnya juga menyebutkan bahwa korban mengalami trauma berat setelah mengalami pengeroyokan. Korban juga lebih memilih mengurung diri selama dua hari lebih di dalam kamar. Keluarga korban berharap agar semua pelaku yang terlibat diproses hukum seadil-adilnya.

Dalam kasus ini, duduk perkara perempuan dituding pelakor dikeroyok ibu-ibu di Sampang, polisi ungkap kronologisnya menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi masalah serius di masyarakat. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengertian tentang pentingnya menghormati hak-hak perempuan dan mencegah kekerasan terhadap mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *