analitik

Penemuan Jenazah Sungai Tabuk: Tiga Korban Ditemukan di Pesisir Desa

Ule.co.id – Tiga Jenazah Ditemukan di Pesisir Desa Sungai Tabuk pada Jumat pagi (25/9) mengguncang warga Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Menurut saksi mata, mayat pertama tergeletak di pantai RT 002, diikuti dua korban lainnya yang muncul di RT 001 sekitar pukul 06.30 WITA. Penemuan ini segera dilaporkan ke aparat keamanan dan kesehatan setempat untuk penanganan awal.

Setelah menerima laporan, tim gabungan lintas instansi segera dikerahkan ke lokasi. Satpolair Polres Sukamara, Ditpolairud Polda Kalteng melalui Marnit Jelai, serta Pos TNI AL Jelai berkoordinasi dengan Polsek Pantai Lunci dan aparat kecamatan. Tim identifikasi (Inafis) Polres Sukamara juga turut serta untuk memastikan prosedur pengumpulan data korban berjalan sesuai standar.

Baca juga:
Koalisi Sipil: Keamanan Masyarakat Bukan Mandat TNI, Setop Militerisasi Ruang Sipil
➜

Camat Pantai Lunci, Budiansyah, menjelaskan bahwa informasi awal berasal dari warga yang menemukan mayat pada subuh. “Informasi yang kami dapatkan dari warga, mereka menemukan mayat ini subuh tadi. Yang pertama ditemukan di pantai Desa Sungai Tabuk RT 002 sebanyak dua orang. Kemudian menyusul jenazah ketiga ditemukan di wilayah RT 001 yang dilaporkan muncul pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WITA. Total ada tiga jenazah yang ditemukan,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Budiansyah menambahkan bahwa proses pengamanan area dan identifikasi jenazah menjadi prioritas utama.

Pengamatan awal di lapangan mengungkap satu jenazah mengenakan pakaian atau atribut berlogo “VKS Virgo Karya Shipping”. Penemuan ini menimbulkan spekulasi bahwa korban mungkin terkait dengan aktivitas perikanan atau transportasi laut. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal dan belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab kematian.

Kapolres Sukamara, AKBP Fajar Virgantara Sjarifuddin, mengonfirmasi keberadaan tiga jenazah tersebut dan menegaskan bahwa seluruh proses penanganan telah mengikuti prosedur. “Jadi penemuan mayat itu tadi ditemukan oleh masyarakat sekitar. Awalnya ditemukan satu sekitar subuh. Untuk tindak lanjutnya, jenazah ini langsung dibawa ke RSUD Sukamara untuk penanganan awal sembari menunggu pihak Basarnas,” ujar Fajar. Ia menambahkan bahwa setelah perawatan awal, jenazah akan diangkut ke Banjarmasin untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.

Tim Basarnas yang tiba di lokasi bersama aparat TNI-Polri melakukan penjemputan jenazah dengan menggunakan kapal khusus. Proses evakuasi melibatkan koordinasi yang ketat antara satpolair, militer, kepolisian, serta pemerintah kecamatan. Semua jenazah dipindahkan ke RSUD Sukamara untuk penanganan medis darurat sebelum dikirim ke fasilitas identifikasi di Banjarmasin.

Baca juga:
Bupati Kotim Segera Panggil Pertamina Respons Antrean Panjang BBM di Sampit
➜

Warga setempat mengungkapkan rasa takut dan keprihatinan atas kejadian ini. Beberapa orang melaporkan bahwa aktivitas penangkapan ikan di wilayah tersebut meningkat dalam beberapa minggu terakhir, namun tidak ada laporan resmi tentang kecelakaan atau insiden serupa. Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan segala temuan atau informasi yang dapat membantu penyelidikan.

Penyelidikan resmi akan dipimpin oleh tim forensik Kabupaten Sukamara dengan dukungan Basarnas dan Kementerian Perhubungan. Fokus utama adalah menentukan identitas korban, penyebab kematian, serta apakah ada faktor eksternal seperti cuaca buruk atau kerusakan kapal. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *