81 Tahun Bom Atom Nagasaki, Wali Kota: Lebih dari 12.000 Hulu Ledak Nuklir Masih Ada
Ule.co.id – Peringatan 81 tahun bom atom Nagasaki, wali kota: Lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih ada, menjadi momentum penting bagi dunia untuk merefleksikan ancaman nuklir yang masih mengintai. Pada 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki, menyusul bom atom pertama yang dijatuhkan di Hiroshima tiga hari sebelumnya. Tragedi kemanusiaan ini memaksa Jepang menyerah kepada Sekutu dan menandai berakhirnya Perang Dunia II.
Wali Kota Nagasaki, Shiro Suzuki, dalam Deklarasi Perdamaian yang dibacakan pada upacara peringatan tahunan, menegaskan bahwa senjata nuklir bukanlah kejahatan yang diperlukan melainkan kejahatan mutlak dan tidak akan pernah bisa hidup berdampingan dengan umat manusia. Ia juga menunjukkan bahwa masih ada lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir di dunia dan menyatakan keprihatinannya atas ketidakpastian dalam konflik di Ukraina dan Timur Tengah, di mana negara-negara nuklir terlibat.
Peringatan 81 tahun bom atom Nagasaki, wali kota: Lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih ada, berlangsung di tengah ketegangan geopolitik menyusul konflik Timur Tengah dan invasi Russia ke Ukraina. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengulangi komitmennya terhadap tiga prinsip non-nuklir dan menegaskan bahwa Jepang akan terus mendorong langkah-langkah yang realistis dan praktis untuk mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Peringatan 81 tahun bom atom Nagasaki, wali kota: Lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih ada, juga menyoroti pentingnya mempromosikan pemahaman yang akurat di seluruh dunia tentang realitas pengeboman atom. Dalam upacara peringatan, peserta mengheningkan cipta untuk mengenang saat bom plutonium berkode "Fat Man" dijatuhkan oleh pesawat pengebom Amerika Serikat dan meledak di atas Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
81 tahun bom atom Nagasaki, wali kota: Lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih ada, menjadi peringatan penting bagi dunia untuk terus berjuang menuju perdamaian dan menghindari ancaman nuklir. Dalam menghadapi ketidakpastian global, peringatan ini mengingatkan kita akan pentingnya kerja sama internasional dan komitmen terhadap prinsip-prinsip non-nuklir untuk memastikan keamanan dan keselamatan umat manusia.

