CENTCOM Rilis Rekaman Operasi Malam Ke-12 Beruntun, Sebut 50 Ribu Tentara AS Selalu Siaga di Timur Tengah
Ule.co.id – Militer AS terus bombardir Iran 12 hari berturut-turut, sebagaimana disampaikan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui akun resminya di platform X. Serangan tersebut menandai malam ke-12 berturut-turut operasi militer AS di wilayah Iran di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Serangan tersebut menargetkan kemampuan maritim Iran, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, pos-pos pengawasan pesisir, serta sejumlah sistem pertahanan udara. CENTCOM menyebut bahwa serangan-serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial.
Lebih dari 50.000 personel militer AS disebut masih disiagakan di kawasan Timur Tengah dan berada dalam kondisi siap tempur. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan meningkatkan serangan apabila Iran kembali menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Merespons ancaman tersebut, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya selaku komando militer utama Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur strategis Iran akan dibalas dengan langkah yang lebih luas. Iran mengancam akan memblokir seluruh ekspor minyak dari kawasan Asia Barat serta menyerang infrastruktur minyak, gas, listrik, dan fasilitas ekonomi di Timur Tengah apabila AS menyerang wilayahnya.
AS telah melancarkan serangan baru di berbagai wilayah di Iran sejak pekan lalu, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan yang menargetkan fasilitas dan pangkalan militer AS di beberapa negara di kawasan tersebut.
CENTCOM menyatakan telah menyelesaikan rangkaian serangan baru terhadap sasaran militer Iran, Rabu malam (22/7), yang menandai malam ke-12 secara berturut-turut agresi militer ke Iran. Serangan kali ini menyasar sejumlah fasilitas militer strategis milik Iran.
Aset-aset Centcom menargetkan pusat-pusat operasi militer Iran, kapabilitas maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer untuk lebih melumpuhkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Washington menyebut, dalam tiga bulan terakhir Iran telah menyerang lebih dari 30 kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Alasan inilah yang kerap dikemukakan AS sebagai dasar bagi rentetan serangannya ke wilayah Iran.
Berikut adalah rekap serangan AS terhadap Iran 12 hari berturut-turut:
- Malam ke-1: Serangan AS menargetkan kemampuan maritim Iran, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, pos-pos pengawasan pesisir, serta sejumlah sistem pertahanan udara.
- Malai ke-2: Serangan AS menargetkan pusat-pusat operasi militer Iran, kapabilitas maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer.
- Malai ke-3: Serangan AS menargetkan sejumlah fasilitas militer strategis milik Iran, termasuk pusat-pusat operasi, kapabilitas maritim, dan infrastruktur logistik militer.
- Malai ke-4: Serangan AS menargetkan sejumlah pos pengawasan pesisir Iran, termasuk pos-pos pengawasan laut dan udara.
- Malai ke-5: Serangan AS menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan rudal dan drone Iran, termasuk fasilitas penyimpanan rudal dan drone di pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Malai ke-6: Serangan AS menargetkan sejumlah sistem pertahanan udara Iran, termasuk sistem pertahanan udara di pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Malai ke-7: Serangan AS menargetkan sejumlah pos pengawasan pesisir Iran, termasuk pos-pos pengawasan laut dan udara.
- Malai ke-8: Serangan AS menargetkan sejumlah fasilitas militer strategis milik Iran, termasuk pusat-pusat operasi, kapabilitas maritim, dan infrastruktur logistik militer.
- Malai ke-9: Serangan AS menargetkan sejumlah pos pengawasan pesisir Iran, termasuk pos-pos pengawasan laut dan udara.
- Malai ke-10: Serangan AS menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan rudal dan drone Iran, termasuk fasilitas penyimpanan rudal dan drone di pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Malai ke-11: Serangan AS menargetkan sejumlah sistem pertahanan udara Iran, termasuk sistem pertahanan udara di pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Malai ke-12: Serangan AS menargetkan sejumlah pos pengawasan pesisir Iran, termasuk pos-pos pengawasan laut dan udara.
Kesimpulan: Serangan AS terhadap Iran 12 hari berturut-turut menandai eskalasi konflik yang terus meningkat. AS telah menargetkan berbagai sasaran militer Iran, termasuk kemampuan maritim, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, pos-pos pengawasan pesisir, serta sejumlah sistem pertahanan udara. Iran telah membalas serangan AS dengan serangan yang menargetkan fasilitas dan pangkalan militer AS di beberapa negara di kawasan tersebut.

