Iran Ancam Serang Kapal Lintasi Selat Hormuz

Teheran, Ule.co.id – KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan peringatan keras terkait keamanan maritim, menyatakan akan menyerang setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Ancaman Iran di Selat Hormuz ini dilontarkan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan memperparah konflik geopolitik.

Pernyataan Tegas Penasihat IRGC

Penasihat Komandan IRGC, Ibrahim Jabari, pada Selasa (3/3), secara eksplisit menyatakan bahwa Iran tidak akan mengizinkan kapal-kapal untuk melintas di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Kantor Berita ISNA, Jabari menuding Amerika Serikat serakah akan minyak. Ia memperkirakan bahwa penutupan jalur pelayaran strategis ini dapat mengakibatkan kenaikan drastis harga minyak hingga 200 dolar AS per barel, sebuah skenario yang disebutnya akan menimbulkan masalah serius bagi AS.

BACA JUGA: Iran Serang Israel dan Pangkalan AS: Gelombang Rudal Baru

Selat Hormuz: Nadi Maritim Dunia

Selat Hormuz memiliki posisi geografis yang sangat krusial. Jalur laut ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, menjadikannya arteri vital untuk distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Dengan pantai utara yang dikuasai Iran serta pantai selatan yang menjadi milik Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, selat ini merupakan salah satu titik choke point terpenting dalam rantai pasokan energi global.

Dampak Langsung pada Sektor Pelayaran

Ketidakpastian di Selat Hormuz telah menimbulkan konsekuensi langsung terhadap sektor maritim. Sebuah laporan dari Al Jazeera, mengutip sumber pelabuhan Irak, menunjukkan bahwa biaya pengiriman maritim menuju Irak telah melonjak hingga 60 persen akibat peningkatan tarif asuransi. Laporan juga menyebutkan bahwa tujuh kapal tanker minyak saat ini tertahan di perairan Irak, menunggu stabilitas dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, pelabuhan terbesar Irak, Um Qasr, dilaporkan kosong dari aktivitas kapal.

Kronologi Eskalasi Konflik di Kawasan

Ketegangan di kawasan ini telah berlangsung dan semakin memanas. Sebelumnya, pada Minggu (1/3), IRGC mengklaim telah melancarkan serangan rudal terhadap tiga kapal tanker milik AS dan Inggris di perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Sehari setelahnya, satu kapal tanker AS di Selat Hormuz juga dilaporkan dihantam oleh dua drone Iran.

Eskalasi lebih lanjut terjadi pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap berbagai target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut. Sebagai respons, Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Ancaman Iran untuk menutup dan menyerang kapal di Selat Hormuz menandai peningkatan signifikan dalam konflik regional. Sebagai jalur pelayaran minyak dan gas terpenting di dunia, setiap gangguan di Selat Hormuz memiliki potensi untuk menciptakan gejolak ekonomi global yang serius, menuntut perhatian serius dari komunitas internasional untuk mencari solusi diplomatik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *