Iran Isyaratkan Konflik dengan AS Bisa Berlangsung Hingga Akhir Masa Jabatan Trump
Ule.co.id – Iran isyaratkan konflik dengan AS bisa berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump, menurut pernyataan seorang jenderal senior Iran. Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkapkan keyakinannya akan kemampuan Teheran untuk mempertahankan konfrontasi jangka panjang dengan AS.
Naqdi menyatakan bahwa tujuan Teheran adalah mencapai daya tangkal agar musuh tidak pernah berani menyerang mereka, sehingga mereka bisa hidup dengan aman. Ia menambahkan bahwa salah satu caranya adalah dengan memperpanjang perang ini hingga masa jabatan presiden berikutnya dan menguras kekuatan lawan, sehingga jika ada pihak lain yang ingin menyerang Iran, mereka akan tahu bahwa ada harga yang harus dibayar.
Iran isyaratkan konflik dengan AS bisa berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump, karena mereka percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mempertahankan konflik jangka panjang. Naqdi juga menyebutkan bahwa Iran telah mencapai kemenangan karena berhasil mengendalikan situasi, dan bahwa Trump bahkan berkali-kali mengganti strategi untuk membuat Iran menyerah.
Iran isyaratkan konflik dengan AS bisa berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump, dan ini menunjukkan bahwa konflik antara kedua negara masih belum menemui titik akhir. Perundingan damai antara AS dan Iran masih menemui kebuntuan, dan Iran menolak klaim bahwa mereka telah setuju untuk perpanjangan gencatan senjata.
Iran isyaratkan konflik dengan AS bisa berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump, dan ini membuat situasi di Timur Tengah semakin tidak stabil. AS dan Iran masih belum mencapai kesepakatan mengenai kerangka waktu pelaksanaan perjanjian damai, dan Iran menuduh AS mengabaikan kewajibannya untuk mencabut blokade ekonomi serta mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan.
Iran isyaratkan konflik dengan AS bisa berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump, dan ini menunjukkan bahwa konflik antara kedua negara masih belum menemui titik akhir. Iran percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mempertahankan konflik jangka panjang, dan bahwa mereka akan terus berperang hingga Trump tidak lagi menjabat.

