analitik

Kerja Sama Pertahanan dan Kejutan Sepak Bola Prancis: Dari Kapal Selam Scorpene hingga Kemenangan di Nations League

Ule.co.id – Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin, mengunjungi PT PAL di Surabaya pada 24 September 2026 untuk meninjau progres pembangunan dua kapal selam kelas Scorpene yang dipesan Indonesia pada April 2024. Kunjungan ini menandai langkah penting dalam kerja sama industri pertahanan antara kedua negara, dengan seluruh rangkaian produksi mulai dari pemotongan baja, perakitan, hingga uji coba dilaksanakan di galangan PT PAL bersama Naval Group.

Proses pemotongan baja pertama telah dilakukan pada Juli 2026, menandai dimulainya fase konstruksi fisik di dalam negeri. Vautrin menekankan pentingnya keahlian, ketelitian, dan komitmen para insinyur, teknisi, serta pemimpin industri dan militer untuk memastikan keberhasilan program. “Keberhasilan program kapal selam ini bergantung pada keahlian, ketelitian, dan komitmen teguh Anda,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Baca juga:
Jadwal Real Madrid di La Liga: Elche vs Los Blancos Siap Memukau Penggemar
➜

Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, menambahkan bahwa kerja sama ini tidak sekadar menghasilkan dua kapal selam, melainkan memperkuat fondasi kemampuan strategis Indonesia melalui transfer teknologi dan kapasitas dari Naval Group. Menurutnya, peningkatan kemampuan industri pertahanan domestik membuka peluang kerja sama lebih luas dengan mitra internasional.

Sementara itu, dunia sepak bola Prancis menyaksikan dinamika menarik menjelang UEFA Nations League 2026/2027. Setelah cedera lutut Konate saat latihan di Clairefontaine, pelatih Zinedine Zidane memanggil Leny Yoro sebagai pengganti. Pemanggilan ini menjadi debut pertama Yoro bersama timnas, meski performanya sempat dipertanyakan pada awal musim bersama Manchester United.

Zidane juga mencetak sejarah dengan menjadi pelatih pertama Prancis yang meraih kemenangan pada pertandingan perdananya sejak Aime Jacquet pada 1994. Kemenangan 1-0 melawan Turki pada 26 September 2026 di Kocaeli Stadium menegaskan kebangkitan Les Bleus di bawah asuhan sang legenda.

Gol penentu dicetak oleh Kylian Mbappé pada menit ke‑53 setelah menerima umpan dari Michael Olise. Meskipun Mbappé harus diganti karena keluhan cedera, gol tunggalnya memastikan Prancis mengumpulkan tiga poin dan menempati posisi kedua di Grup A, di belakang Belgia yang unggul dua gol atas Italia.

Baca juga:
Real Madrid Kuasai LaLiga 2026/27 dengan Kemenangan 4-1, Puncaki klasemen real madrid vs real sociedad
➜

Pertandingan juga menampilkan momen dramatis ketika Turki bermain dengan 10 pemain setelah Cakir menerima kartu merah pada menit ke‑85. Meskipun demikian, pelatih Vincenzo Montella menilai penampilan timnya tetap terorganisir dan layak mendapat hasil lebih baik.

Keberhasilan Prancis di lapangan hijau sekaligus kemajuan proyek Scorpene mencerminkan sinergi antara diplomasi militer dan prestasi olahraga. Kedua bidang ini memperkuat citra internasional Prancis, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kemampuan pertahanan dan meraih prestasi di kompetisi global.

Dengan transfer teknologi yang terus berlanjut dan keberhasilan timnas di panggung internasional, hubungan bilateral Prancis‑Indonesia diproyeksikan akan semakin erat, membuka peluang kolaborasi lebih luas di sektor pertahanan, teknologi, dan olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *