Presiden Iran Tegas, Kemampuan Pertahanan Iran Tak Akan Dibahas dengan Negara Mana Pun
ISLAMABAD, Ule.co.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah menjadi bahan pembahasan maupun perundingan dengan negara mana pun. Sikap tersebut disampaikan di tengah berbagai tekanan internasional yang mendorong pembicaraan mengenai program militer dan pertahanan Teheran.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad, Pezeshkian menekankan bahwa kemampuan pertahanan Iran merupakan bagian penting dari strategi menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Oleh karena itu, Teheran tidak akan membuka ruang negosiasi terkait aspek tersebut dalam kondisi apa pun.
Menurut Pezeshkian, kekuatan militer yang dimiliki negaranya selama ini telah berfungsi sebagai alat pencegah terhadap berbagai ancaman eksternal. Ia menilai sistem pertahanan dan persenjataan yang dimiliki Iran berperan penting dalam menjaga stabilitas serta melindungi negara dari agresi pihak luar.
“Republik Islam Iran tidak akan pernah, dalam kondisi apa pun, mengadakan pembicaraan dengan pihak mana pun mengenai kemampuan pertahanan dan pencegahannya,” tegas Pezeshkian.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi pemerintah Iran yang menolak kemungkinan adanya perundingan terkait program militer nasional. Bagi Teheran, kemampuan pertahanan Iran merupakan hak kedaulatan yang tidak dapat dijadikan objek negosiasi politik maupun diplomatik.
Presiden Iran juga menyoroti pentingnya daya tangkal militer dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan. Ia menilai kekuatan pertahanan yang dimiliki negaranya telah membantu mencegah berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
Selain menegaskan sikap mengenai kemampuan pertahanan Iran, Pezeshkian turut mengkritik negara-negara Barat yang sering mengklaim diri sebagai pembela hak asasi manusia. Menurutnya, terdapat perbedaan antara narasi yang disampaikan dengan tindakan yang dilakukan dalam praktik politik internasional.
Ia menilai sejumlah negara Barat kerap menggunakan standar yang berbeda dalam menyikapi berbagai konflik dan isu kemanusiaan di dunia. Karena itu, Iran tetap berkomitmen mempertahankan kebijakan pertahanannya sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional.
Pezeshkian kembali menegaskan bahwa kemampuan pertahanan Iran akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga keamanan negara. Dengan posisi tersebut, Teheran memastikan tidak akan membuka pembahasan apa pun terkait sistem pertahanan dan daya tangkal militernya, meskipun menghadapi tekanan dari berbagai pihak di tingkat internasional.

