analitik

Akibat Asap, Pesawat Wapres Gagal Mendarat Dua Kali di Palangka Raya

Ule.co.id – Akibat Asap Pesawat Wapres Dua Kali Gagal Mendarat, kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Palangka Raya pada 10 September 2026 sempat terganggu oleh kabut asap pekat yang melanda wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi visibilitas yang sangat terbatas membuat pesawat kepresidenan harus melakukan percobaan pendaratan dua kali sebelum akhirnya berhasil mendarat di Bandara Tjilik Riwut.

Setibanya di kota, Gibran langsung melanjutkan agenda dengan mengunjungi SDN 2 Petuk Ketimpun. Di sekolah tersebut, sang Wapres menyaksikan proses belajar mengajar yang tetap berlangsung meski kualitas udara berada pada level tidak sehat. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker bagi siswa, guru, dan orang tua yang hadir, serta mengingatkan warga untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan di tengah polusi udara.

Baca juga:
Stok BBM Bertambah, Antrean SPBU di Sukamara Tetap Mengular: Bupati Masduki Ungkap Anomali

Setelah meninjau situasi di sekolah, Gibran berkeliling ke SPBU di Jalan Tjilik Riwut Km 12 untuk memantau antrean bahan bakar. Kunjungan ini bertujuan menilai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap pasokan energi di daerah tersebut. Selanjutnya, ia melanjutkan agenda ke kawasan konservasi orangutan di Nyaru Menteng, yang dikelola oleh Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyampaikan laporan terkini mengenai penyebaran titik panas, area terbakar, serta tantangan dalam penanganan kebakaran.

Di tengah situasi tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menegaskan bahwa kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tidak ada hubungannya dengan kunjungan Wapres. Kebijakan tersebut sepenuhnya didasarkan pada pedoman kualitas udara yang dikeluarkan oleh Kemendikdasmen. Saat kualitas udara berada di atas ambang tidak sehat, sekolah diwajibkan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pada hari kunjungan, nilai PM2.5 masih berada di atas batas aman, sehingga sebagian besar sekolah telah memulangkan siswa ke rumah.

Jayani menambahkan bahwa perubahan pola pembelajaran akan terus disesuaikan dengan kondisi udara. Jika indeks kualitas udara turun di bawah 200 mikrogram per meter kubik, PTM masih diperbolehkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebaliknya, bila nilai kembali naik, proses belajar mengajar harus kembali ke format PJJ. Ia menegaskan tidak ada instruksi khusus dari Wapres terkait kebijakan pendidikan, melainkan keputusan diambil berdasarkan standar nasional.

Kabut asap yang melanda Palangka Raya tidak hanya menghambat penerbangan, tetapi juga menimbulkan dampak sosial ekonomi. Petani dan nelayan di daerah sekitar mengalami penurunan produksi, sementara sektor pariwisata terpaksa menunda kegiatan. Pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kebakaran, termasuk edukasi tentang pembakaran lahan yang tidak terkendali.

Baca juga:
Bupati Barito Timur Resmikan Koperasi Merah Putih

Dalam kunjungan ke Nyaru Menteng, Gibran menyoroti pentingnya pelestarian habitat orangutan sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Ia menyatakan dukungan penuh pemerintah pusat untuk program rehabilitasi dan konservasi satwa liar di Kalimantan Tengah, serta menekankan perlunya sinergi antara lembaga pemerintah, LSM, dan masyarakat lokal.

Secara keseluruhan, peristiwa Akibat Asap Pesawat Wapres Dua Kali Gagal Mendarat menegaskan betapa seriusnya ancaman kebakaran hutan bagi mobilitas, kesehatan, dan pendidikan di wilayah tersebut. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi, memperluas kapasitas penanggulangan, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi serupa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *