analitik

Api Lahap Area Dasu House of Grill Diduga Berawal dari Lahan Kosong, Palangka Raya: Penyelidikan dan Dampak Kebakaran

Ule.co.id – Api Lahap Area Dasu House of Grill Diduga Berawal dari Lahan Kosong terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan kuliner Jalan Yos Sudarso ujung, Palangka Raya. Kebakaran yang melalap area belakang restoran ini segera menyebar ke bagian depan, menimbulkan kepanikan di kalangan pengunjung dan warga sekitar.

Petugas pemadam kebakaran Palangka Raya tiba di lokasi dalam hitungan menit. Tim menurunkan selang air bertekanan tinggi dan melakukan pendinginan pada titik‑titik yang masih berpotensi menyala kembali. Proses pendinginan berlangsung selama lebih dari satu jam, dengan fokus pada area yang telah terbakar dan bagian struktural yang rapuh.

Baca juga:
Sinergi Pemkab Lamandau dan Polres Perkuat Penanganan Karhutla serta Antrean BBM

Selama operasi pemadaman, sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan untuk menyaksikan proses pemadaman. Beberapa di antaranya merekam video dan foto, yang kemudian beredar di media sosial, menambah perhatian publik terhadap insiden ini. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, kerusakan pada properti cukup signifikan, terutama pada peralatan dapur dan interior restoran.

Pihak manajemen Dasu House of Grill belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran. Namun, mereka menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proses investigasi bersama dinas pemadam kebakaran dan dinas terkait lainnya. “Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan teknis untuk memastikan apa yang menjadi pemicu awal,” kata seorang juru bicara restoran.

Investigasi awal menunjukkan bahwa lahan kosong di belakang restoran tidak memiliki penutup atau penghalang yang memadai. Kondisi tersebut memungkinkan percikan api dari sumber yang belum diketahui dapat dengan mudah menyebar ke struktur utama. Pemerintah kota Palangka Raya mengingatkan pemilik usaha di kawasan kuliner untuk memperhatikan standar keamanan kebakaran, termasuk penempatan bahan mudah terbakar dan sistem deteksi dini.

Kejadian ini menambah daftar kebakaran yang terjadi di Palangka Raya dalam beberapa bulan terakhir. Menurut data Dinas Penanggulangan Kebakaran, pada tahun 2026 terdapat peningkatan 12% kasus kebakaran di area komersial dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor utama yang diidentifikasi meliputi kurangnya pemeliharaan peralatan listrik, penempatan bahan bakar yang tidak aman, dan kurangnya kesadaran akan prosedur evakuasi.

Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak berwenang menyarankan beberapa langkah preventif: pertama, menutup atau menata lahan kosong di sekitar bangunan usaha; kedua, memasang alat pemadam api ringan (APAR) di setiap titik kritis; ketiga, melakukan pelatihan rutin bagi staf mengenai prosedur pemadaman dan evakuasi; keempat, melakukan inspeksi berkala terhadap instalasi listrik dan sistem ventilasi.

Baca juga:
Bupati Kotawaringin Barat Dorong LPTQ untuk Jalankan Program Pembinaan Berkelanjutan

Para ahli kebakaran menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen risiko kebakaran. “Tidak hanya menunggu kebakaran terjadi, tetapi harus ada upaya proaktif dalam mengidentifikasi potensi bahaya,” ujar Dr. Hendra Saputra, pakar keselamatan kebakaran dari Universitas Palangka Raya. Ia menambahkan bahwa penataan lahan kosong menjadi faktor kunci, terutama di daerah yang padat penduduk dan aktivitas usaha.

Sementara proses penyelidikan masih berlangsung, Dasu House of Grill menutup sementara operasionalnya untuk melakukan perbaikan dan pemulihan. Pengunjung yang telah memiliki reservasi diminta menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai tanggal pembukaan kembali. Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya juga menyatakan akan memberikan dukungan teknis bagi pemulihan usaha kuliner yang terdampak.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pelaku usaha di sektor kuliner untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan, terutama dalam mengelola area terbuka dan lahan kosong di sekitar tempat usaha. Dengan langkah preventif yang tepat, risiko kebakaran dapat diminimalisir, melindungi aset, karyawan, dan pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *