analitik

BRILink Dirampok Pelaku Ditendang dan Dipukul Sapu Sendal Tertinggal, Warga Palangka Raya Beraksi

Ule.co.idBRILink Dirampok Pelaku Ditendang dan Dipukul Sapu Sendal Tertinggal terjadi pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, di Jalan Seth Adji, Palangka Raya. Insiden perampokan di sebuah unit BRILink ini memicu aksi spontan warga yang berusaha menghentikan pelaku dengan menendang, memukul menggunakan sapu, dan bahkan menemukan sendal yang tertinggal setelah pelaku melarikan diri.

Ahmadi, seorang warga berusia 35 tahun, menjelaskan bahwa ia berada di dalam ruko ketika mendengar teriakan. Ia bersama beberapa tetangga langsung berlari ke lokasi, melihat korban perempuan berjuang melawan pelaku yang mengancam dengan senjata tajam. “Kami tidak tinggal diam, kami mencoba menghentikannya,” ujar Ahmadi.

Baca juga:
Wabup Kotim Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Pihak untuk Majukan Pertanian di Kalimantan Tengah

Setelah terjatuh, pelaku bangkit kembali dan berlari menuju sepeda motor Honda Scoopy hitam dope yang diparkir di area minim pencahayaan. Sepeda motor tersebut tidak memiliki plat nomor, menambah kesulitan pihak berwajib dalam melacak jejaknya. Selama proses pengejaran, warga yang membawa sapu sempat memukul kepala pelaku, namun pukulan itu hanya mengenai helm dan menyebabkan gagang sapu patah.

Pelaku mengacungkan senjata tajam ke arah warga, membuat mereka mundur. Meskipun demikian, aksi warga tetap berlanjut hingga pelaku melarikan diri, meninggalkan satu pasang sendal di lokasi. Kejadian ini menambah daftar peristiwa kriminal yang menuntut respons cepat dari aparat keamanan setempat.

Dalam aksi perampokan tersebut, pelaku berhasil mencuri uang tunai sekitar Rp80 juta serta satu unit handphone yang dipakai untuk administrasi BRILink. Kedua barang tersebut berada dalam tas hitam yang dibawa pelaku saat melarikan diri. Korban telah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Deskripsi fisik pelaku mencakup postur tinggi dan tubuh besar, mengenakan pakaian cokelat loreng abu-abu, serta menutupi wajah dengan masker dan helm. Identitas lengkap pelaku belum terungkap, dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menemukan keberadaannya.

Baca juga:
Sekolah di Sampit Batasi Aktivitas Luar Ruangan Akibat Kabut Asap

Pihak kepolisian Palangka Raya menegaskan bahwa proses penyelidikan sedang berjalan intensif. Mereka meminta masyarakat untuk melaporkan informasi apapun yang dapat membantu menangkap pelaku. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi operator layanan keuangan digital agar meningkatkan keamanan di titik layanan fisik mereka.

Insiden ini mencerminkan tantangan keamanan di daerah perkotaan yang terus berkembang, khususnya di wilayah Kalteng. Upaya kolaboratif antara warga, aparat keamanan, dan penyedia layanan keuangan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *