Bulog Kalteng Optimalkan Penyerapan Hasil Panen Hadapi Kemarau
Palangka Raya, Ule.co.id – Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen dari petani setempat selama musim panen berlangsung. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi musim kemarau kering yang diperkirakan dapat mengganggu produksi pangan daerah.
Strategi Pengamanan Pangan Bulog Kalteng
Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menjelaskan bahwa penyerapan gabah dan beras secara maksimal merupakan kunci untuk menjaga ketersediaan cadangan pangan. “Penyerapan gabah dan beras dilakukan sebanyak mungkin agar cadangan pangan tetap terjaga apabila terjadi gangguan produksi akibat faktor alam,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis. Strategi ini vital mengingat perubahan iklim yang dapat memicu anomali cuaca, termasuk kemarau ekstrem, yang secara langsung berdampak pada sektor pertanian Kalteng. Dengan stok yang memadai, Bulog dapat berperan aktif dalam stabilisasi harga dan pasokan.
BACA JUGA: Satgas PKH Bertindak Tegas, Tunggakan Denda PT AKT Rp4,2 Triliun
Target dan Realisasi Penyerapan Beras Tahun 2026
Pada tahun 2026, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan beras sebanyak 15.800 ton. Hingga April tahun ini, realisasi penyerapan telah mencapai angka sekitar 5.100 ton. Capaian ini merepresentasikan sekitar 32 persen dari total target yang ditetapkan. Erwin Budiana menekankan pentingnya momentum musim panen saat ini untuk terus meningkatkan volume penyerapan. Stok yang terkumpul di gudang-gudang Bulog akan berfungsi sebagai cadangan pangan utama saat produksi menurun akibat musim kemarau atau kondisi alam lain yang tidak mendukung. Ini memastikan pasokan beras dan gabah untuk kebutuhan masyarakat tetap aman.
Peran Bulog dalam Bantuan Pangan dan Infrastruktur
Selain penyerapan, Bulog Kalteng juga memainkan peran krusial dalam program bantuan pangan pemerintah. Pihaknya kembali dipercaya oleh Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan, yang semula dijadwalkan dari Februari hingga Maret 2026, kini diperpanjang hingga Mei 2026. Perpanjangan ini dilakukan untuk mengatasi kendala teknis di lapangan dan memastikan bantuan sampai kepada penerima. Jumlah penerima manfaat bantuan pangan di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 205 ribu orang. Bantuan yang disalurkan meliputi 4.100 ton beras dan sekitar 800 ribu liter minyak goreng. Untuk memperkuat sistem penyimpanan pangan, Bulog Kalteng juga berencana membangun sarana infrastruktur pascapanen di tiga kabupaten: Kapuas, Barito Timur, dan Pulang Pisau. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan cadangan pangan di masa mendatang.
Upaya optimalisasi penyerapan hasil panen Bulog Kalteng menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau. Dengan target penyerapan yang jelas, program bantuan pangan yang berkelanjutan, dan pengembangan infrastruktur, Bulog Kalteng berupaya memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

