analitik

DPRD Apresiasi Pasar Murah Pemko Palangka Raya, Langkah Strategis Jaga Daya Beli Warga

Ule.co.id – DPRD Apresiasi Pasar Murah Pemko Palangka Raya menjadi sorotan utama setelah anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menyatakan dukungan kuat terhadap inisiatif pasar murah yang digelar bersama Bulog Kalteng. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 18 Agustus 2026, menegaskan pentingnya program dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Faridawaty, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas, menilai program pasar murah sebagai upaya konkret pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pokok warga. Ia menambahkan, “Di tengah ketatnya efisiensi anggaran, Pemko Palangka Raya tetap mampu menyelenggarakan pasar murah. Ini layak diapresiasi.”

Baca juga:
Bupati Sukamara Minta Calon Paskibraka Disiplin dan Berjiwa Nasionalis

Program Pasar Murah Palangka Raya dilaksanakan mulai 18 Agustus hingga 2 September 2026 di sepuluh titik strategis kota. Komoditas yang disediakan meliputi beras premium, gula pasir, minyak goreng merek Kita, serta gas elpiji 3 kilogram, semuanya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar reguler.

Acara pembukaan pasar murah pertama kali digelar pada 18-19 Agustus di Pasar Datah Manuah, Kelurahan Menteng, dengan jam operasional mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Selanjutnya, kegiatan berpindah ke lokasi lain seperti depan SMAN 1 Palangka Raya, Pelabuhan Rambang, Jalan Kalimantan, Halaman Kelurahan Pahandut, Pasar Kahayan, serta beberapa titik di Kecamatan Jekan Raya.

Anggota DPRD menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kita berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog terus berlanjut. Di tengah efisiensi, program yang menyentuh kebutuhan dasar harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Efisiensi anggaran, menurut Farikawaty, tidak boleh mengorbankan layanan publik yang langsung dirasakan warga. Ia menambahkan bahwa program yang berpotensi menurunkan beban biaya hidup, seperti pasar murah, harus tetap menjadi prioritas. “Efisiensi memang perlu dilakukan, tetapi jangan sampai mengurangi pelayanan dan program yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Pasar murah ini salah satu bentuk intervensi yang sangat positif untuk menjaga daya beli,” kata Ketua DPW Partai NasDem Kalteng tersebut.

Pengelolaan pasar murah melibatkan koordinasi antara Pemko Palangka Raya, Bulog Kalteng, dan pihak terkait lainnya. Penetapan harga dilakukan berdasarkan survei pasar dan analisis biaya, sehingga harga jual tetap terjangkau namun tidak mengganggu keberlangsungan petani dan produsen lokal.

Baca juga:
ISPA Palangka Raya Tertinggi se-Kalteng: Wali Kota Tegaskan Jangan Salahkan Kabut Asap

Para pedagang yang berpartisipasi dalam program menyatakan apresiasi atas kesempatan menjual produk dengan volume tinggi pada harga khusus. Mereka berharap program ini dapat berlanjut secara periodik, terutama pada musim-masa kenaikan harga kebutuhan pokok.

Selain manfaat ekonomi, program ini juga berperan dalam memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen. Masyarakat yang berpartisipasi melaporkan kepuasan tinggi karena dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih bersahabat, sehingga mengurangi tekanan finansial di rumah tangga.

Keberhasilan pasar murah pertama ini menjadi indikator positif bagi kebijakan fiskal daerah. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk mengevaluasi hasil program, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan perbaikan bagi edisi berikutnya.

Dengan dukungan DPRD Apresiasi Pasar Murah Pemko Palangka Raya, diharapkan program serupa dapat menjadi agenda rutin, tidak hanya di Palangka Raya tetapi juga di kota-kota lain di Kalimantan Tengah. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menstabilkan harga pangan dan energi, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *