Festival Nikep Bergema di Desa Lalap: Kebangkitan Budaya Dayak Maanyan di Barito Timur
Ule.co.id – Festival Nikep Bergema di Desa Lalap menggelar semarak budaya pada Sabtu (29/8/2026) di Tamiang Layang, meneguhkan komitmen pelestarian tradisi Dayak Maanyan sekaligus mengajak generasi muda menjadi pelaku, bukan sekadar penonton.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku, yang mewakili Bupati M. Yamin. Upacara dimulai dengan prosesi adat, diiringi alunan musik tradisional, menandai dimulainya Festival Nikep IV 2026 yang diharapkan menjadi momentum penting bagi revitalisasi kebudayaan lokal.
Festival Nikep bukan sekadar kompetisi menangkap ikan. Nikep, yang berarti menangkap ikan secara tradisional menggunakan anyaman rotan bernama ansiding, mencerminkan kearifan lokal, gotong‑royong, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam. Praktik ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Dayak Maanyan selama berabad‑abad.
Selama tiga hari acara, peserta dari berbagai desa menampilkan keahlian mereka dalam menangkap ikan di sungai yang berair jernih pada musim kemarau. Selain lomba, terdapat lokakarya pembuatan ansiding, pertunjukan tari tradisional, serta pameran kerajinan tangan yang menonjolkan motif‑motif khas Maanyan.
Dalam sambutannya, Bupati M. Yamin menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menjaga warisan budaya. “Jangan sampai generasi kita hanya menjadi penonton terhadap kebudayaannya sendiri,” ujarnya tegas. Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah akan terus mengalir untuk memperkuat infrastruktur budaya dan pendidikan tradisional.
Sekda Misnohartaku, yang membacakan sambutan Bupati, menyoroti apresiasi pemerintah terhadap panitia, tokoh adat, serta seluruh warga Desa Lalap yang bekerja keras. Ia menekankan bahwa Festival Nikep tidak hanya menghibur, melainkan menjadi wujud nyata upaya melestarikan nilai‑nilai luhur yang diwariskan nenek moyang.
Generasi muda menjadi fokus utama dalam agenda festival. Sekolah‑sekolah setempat mengirimkan delegasi siswa untuk berpartisipasi dalam lomba dan pelatihan. Hal ini diharapkan menumbuhkan rasa kebanggaan akan identitas budaya sekaligus memberikan keterampilan praktis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari‑hari.
Tokoh adat setempat, Bapak Rudi Anang, menuturkan bahwa tradisi Nikep selama ini menjadi jembatan antara generasi tua dan muda. “Kami mengajarkan nilai kebersamaan dan rasa hormat pada alam melalui setiap jaring yang ditangkap,” ujarnya, menambahkan bahwa festival ini memperkuat ikatan sosial di antara warga.
Keberhasilan Festival Nikep Bergema di Desa Lalap juga berdampak positif pada sektor pariwisata. Kedatangan wisatawan domestik dan luar daerah meningkatkan pendapatan bagi usaha kecil, seperti warung makan, penginapan, dan penjual kerajinan. Pemerintah Kabupaten Barito Timur berencana menjadikan festival tahunan sebagai daya tarik utama daerah.
Dengan antusiasme tinggi, Festival Nikep Bergema di Desa Lalap berhasil meneguhkan kembali posisi tradisi Dayak Maanyan dalam dinamika modern. Upaya kolaboratif antara pemerintah, tokoh adat, dan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan budaya yang tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkaya untuk masa depan.

