Bupati Kotawaringin Barat Tekankan Pentingnya Pembinaan Berkelanjutan Pasca MTQH ke-56
Ule.co.id – Pembinaan Harus Terus Berlanjut menjadi pesan utama Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, ketika menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-56 pada Senin, 24 Agustus 2026 di Aula Antakusuma, Pangkalan Bun. Penutupan acara diwarnai penyerahan piala juara umum kepada Kecamatan Arut Selatan, sekaligus seruan agar kompetisi tidak menjadi akhir dari proses belajar Al‑Qur’an.
Acara MTQH tingkat kabupaten ini menampilkan ribuan peserta yang bersaing dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al‑Qur’an serta hadist. Bupati Nurhidayah menegaskan bahwa tujuan utama kompetisi bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menumbuhkan kecintaan dan pemahaman mendalam terhadap kitab suci. Ia menambahkan, “Al‑Qur’an hendaknya senantiasa hadir dalam kehidupan kita, serta menjadi pedoman dalam membangun keluarga, bermasyarakat, dan menjalankan pemerintahan.”
Setelah perlombaan usai, Bupati menekankan bahwa tugas selanjutnya adalah menjaga minat belajar Al‑Qur’an tetap tumbuh. Ia mengajak pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas untuk memperkuat jaringan pembinaan, menyediakan fasilitas belajar, serta mengadakan pelatihan rutin bagi para peserta. “Pembinaan Harus Terus Berlanjut” menjadi landasan kebijakan yang akan dijalankan, dengan harapan lebih banyak generasi muda dapat berkembang di luar arena kompetisi.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berjanji akan terus mendukung program keagamaan dan pengembangan generasi religius yang berprestasi. Dukungan meliputi penyediaan materi pembelajaran, pelatihan guru, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Bupati juga mengingatkan peserta yang belum berhasil meraih gelar juara untuk tidak menyerah, melainkan meningkatkan latihan dan belajar secara konsisten.
Pesan penutup Bupati menyoroti pentingnya mentalitas pantang menyerah. “Jangan pantang menyerah dalam belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan karena kesempatan untuk meraih prestasi masih terbuka di masa yang akan datang,” ujarnya. Dengan semangat tersebut, diharapkan pembinaan ke depan tidak hanya menghasilkan pemenang, melainkan menciptakan generasi yang kuat secara spiritual dan karakter.

