analitik

Fokus Tiga Komoditas, Pemkab Murung Raya Siapkan Strategi Pertanian Terarah untuk 2027

PURUK CAHU, Ule.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengarahkan kebijakan pembangunan sektor pertanian secara lebih terfokus. Pada tahun anggaran 2027, tiga komoditas utama—padi, kopi, dan kakao—ditetapkan sebagai prioritas dalam pengalokasian anggaran daerah.

Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menegaskan bahwa langkah ini sengaja disampaikan sejak awal guna memastikan sinkronisasi antara pihak eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan anggaran. Dengan arah kebijakan yang jelas, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak dalam satu visi yang sama.

Baca juga:

“Saya sampaikan ini di awal agar penyusunan kebijakan anggaran 2027 bisa lebih fokus dan tidak melebar ke sektor lain yang kurang prioritas,” ujar Rahmanto saat memimpin kegiatan coffee morning bersama organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu, di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Puruk Cahu.

Pertemuan tersebut mengangkat tema pengembangan potensi pertanian makro Kabupaten Murung Raya. Fokus pembahasannya mencakup strategi penguatan sektor pertanian yang didukung oleh pembangunan infrastruktur serta kolaborasi lintas OPD, termasuk keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan.

Rahmanto menilai, selama ini masih terdapat tantangan dalam menyelaraskan kebijakan antara eksekutif dan legislatif. Ia menyoroti adanya kecenderungan kebijakan anggaran yang belum sepenuhnya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca juga:

Untuk itu, ia meminta Sekretaris Daerah bersama seluruh kepala OPD aktif membangun komunikasi yang intensif dengan pihak legislatif. Tujuannya agar kebijakan anggaran benar-benar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya pada sektor pertanian.

Di sisi lain, koordinasi internal antar-OPD juga dinilai krusial. Rahmanto menjelaskan, pengembangan tiga komoditas tersebut tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Pertanian. Dukungan dari OPD lain menjadi kunci keberhasilan program.

Sebagai contoh, Dinas PUPR dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) diharapkan berperan dalam penyediaan infrastruktur penunjang, seperti jalan produksi, irigasi, hingga akses distribusi. Sementara itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) didorong untuk memperkuat aspek hilirisasi dan pemasaran hasil pertanian.

Baca juga:

“Kolaborasi ini penting. Kita ingin dalam lima tahun ke depan, hasil dari pengembangan padi, kopi, dan kakao bisa terlihat nyata,” kata Rahmanto.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya perencanaan berbasis wilayah. Setiap kecamatan diharapkan memiliki fokus komoditas yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan potensi lokal. Dalam hal ini, peran camat dan kepala desa menjadi sangat strategis untuk memetakan serta mengembangkan komoditas unggulan di wilayah masing-masing.

Dengan pendekatan terintegrasi—mulai dari perencanaan, penganggaran, pembangunan infrastruktur, hingga pemasaran—Pemkab Murung Raya optimistis sektor pertanian dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *