analitik

Ketua Dewan Desak Pemda Cepat Antisipasi Dampak Kemarau Panjang di Murung Raya

Ule.co.id – Ketua Dewan Minta Pemda Cepat Antisipasi kondisi kekeringan dan kemarau panjang yang melanda Kabupaten Murung Raya, menekankan perlunya langkah konkret untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah kebakaran hutan. Dalam rapat paripurna di gedung DPRD Murung Raya, H. Rumiadi, anggota DPRD sekaligus tokoh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menegaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini menuntut respons cepat dari semua pihak.

Wilayah Puruk Cahu dan sekitarnya telah mengalami penurunan curah hujan secara signifikan selama beberapa bulan terakhir. Dampak langsung terlihat pada penurunan tingkat kelembaban tanah, menurunnya hasil pertanian, serta peningkatan kasus kebakaran lahan yang menyebar menjadi kabut asap. Kondisi ini tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga menimbulkan ancaman kesehatan, khususnya peningkatan Insiden Penyakit Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan warga.

Baca juga:
Pulpis Minta Sumur Bor Permanen ke Pusat: Upaya Tegas Atasi Karhutla di Kalimantan Tengah

Berikut beberapa langkah yang diusulkan oleh Ketua Dewan untuk memperkuat antisipasi pemda:

  • Mengoptimalkan koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
  • Menyiapkan posko kesehatan bergerak di daerah rawan kebakaran untuk memberikan layanan medis cepat.
  • Meningkatkan penyuluhan kepada petani dan warga tentang teknik mitigasi kebakaran serta penggunaan alat pemadam sederhana.
  • Memperluas jaringan pemantauan kualitas udara dengan sensor PM2,5 di titik-titik strategis.
  • Menyiapkan anggaran darurat untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta bantuan sosial bagi petani yang terdampak.

Rumiadi juga menekankan pentingnya kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus ISPA. “Jika saat ini ISPA tengah meningkat kasusnya, kita juga dihadapkan dengan cuaca ekstrem kemarau yang diprediksi masih berkepanjangan. Tentunya kondisi ini menjadi tugas pemerintah daerah untuk lebih sigap dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran penyakit yang bakal terjadi di tengah masyarakat kita,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya, melalui Dinas Kesehatan, telah merespon dengan menyiapkan tim medis khusus yang dilengkapi dengan peralatan respirator dan obat-obatan untuk mengatasi gangguan pernapasan. Selain itu, program edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan masker di area dengan kualitas udara menurun juga sedang digalakkan.

Namun, tantangan utama tetap pada ketersediaan sumber daya dan dana. DPRD Murung Raya melalui usulan Rumiadi meminta alokasi anggaran tambahan pada APBD tahun depan khusus untuk penanggulangan bencana alam dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan. Usulan ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program mitigasi dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim.

Baca juga:
BPBD Kobar Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Potensi Karhutla

Pengamat lingkungan menilai bahwa upaya antisipasi pemda harus didukung oleh data ilmiah yang akurat. Mereka mengusulkan kerja sama dengan lembaga penelitian nasional untuk melakukan pemodelan prediksi cuaca dan penyebaran asap, sehingga kebijakan dapat diambil secara berbasis bukti.

Secara keseluruhan, seruan Ketua Dewan Minta Pemda Cepat Antisipasi mencerminkan urgensi situasi yang memerlukan sinergi lintas sektor. Dengan langkah-langkah terkoordinasi, diharapkan Murung Raya dapat mengurangi dampak negatif kemarau panjang, melindungi kesehatan warganya, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *