analitik

Jembatan Perintis Garuda Pangkas Waktu Tempuh Jihing-Petarikan hingga 1,5 Jam, Tingkatkan Konektivitas di Sukamara

Ule.co.id – Waktu Tempuh Jihing-Petarikan Terpangkas 1 5 Jam berkat dibukanya Jembatan Perintis Garuda, menandai perubahan signifikan dalam mobilitas warga Sukamara, Kalimantan Tengah.

Jembatan strategis yang menghubungkan Desa Jihing dan Desa Petarikan resmi diresmikan pada Kamis, 27 Agustus 2026, dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, serta Bupati Sukamara Masduki bersama perwakilan forkopimda. Peresmian tersebut menandai selesainya proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.

Baca juga:
Bupati dan Wabup Bartim Turun Langsung Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Barito Timur

Gubernur Agustiar Sabran menekankan bahwa pemotongan waktu tempuh tidak hanya mempermudah akses ke sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. “Penghematan waktu perjalanan berarti peningkatan produktivitas, terutama bagi petani, pedagang, dan pelajar yang kini dapat mengalokasikan waktu lebih efisien,” ujar beliau dalam sambutan resmi.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menambahkan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program bakti TNI AD untuk memperkuat jaringan infrastruktur di daerah terpencil. Kodim 1014/Pangkalan Bun bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat sejak usulan warga, melalui survei titik pembangunan yang tepat, hingga realisasi fisik jembatan.

Sejak dibuka, Jembatan Perintis Garuda telah menerima pujian luas. Warga melaporkan penurunan biaya transportasi, karena kendaraan tidak lagi harus menempuh jarak ekstra yang memerlukan bahan bakar lebih banyak. Selain itu, layanan darurat medis dapat mencapai daerah yang sebelumnya sulit dijangkau dalam hitungan menit, bukan jam.</n

Secara teknis, jembatan memiliki panjang sekitar 300 meter dengan lebar yang memadai untuk dua jalur kendaraan serta jalur pejalan kaki. Material yang dipilih tahan terhadap kondisi iklim tropis dan banjir musiman, memastikan keberlanjutan penggunaan jangka panjang. Kodam XXII/Tambun Bungai mencatat bahwa mereka telah menyelesaikan total 104 jembatan di wilayah kerja, dengan fokus pada daerah yang membutuhkan penghubung kritis.

Para ahli transportasi menilai bahwa pemotongan Waktu Tempuh Jihing-Petarikan Terpangkas 1 5 Jam dapat meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setempat. Akses yang lebih cepat ke pusat pasar memungkinkan petani menjual hasil panen lebih segar, meningkatkan nilai jual. Demikian pula, pelajar dapat menghabiskan lebih banyak waktu belajar daripada menghabiskan waktu di jalan.

Baca juga:
Pawai Tahun Baru Islam di Kapuas Meriah, Ribuan Peserta Padati Jalanan Kuala Kapuas

Namun, pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya perawatan jembatan. “Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak menempatkan beban berlebih yang dapat merusak struktur,” tegas Pangdam Zainul Arifin. Pemerintah daerah berencana melakukan inspeksi rutin setiap enam bulan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna.

Dengan keberhasilan proyek ini, harapan muncul bahwa pemerintah provinsi akan mempercepat pembangunan infrastruktur serupa di wilayah lain yang masih terisolasi. Inisiatif kolaboratif antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi model yang dapat direplikasi untuk mengatasi tantangan geografis di Kalimantan Tengah.

Secara keseluruhan, Jembatan Perintis Garuda tidak hanya memotong Waktu Tempuh Jihing-Petarikan Terpangkas 1 5 Jam, tetapi juga menjadi simbol kemajuan yang menghubungkan manusia, ekonomi, dan peluang masa depan di Sukamara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *