Karhutla Kotim 302 Kejadian, Pemkab Siapkan Salat Istisqa untuk Minta Hujan
Ule.co.id – Karhutla Kotim 302 Kejadian Pemkab Siapkan Salat Istisqa menjadi sorotan utama setelah data menunjukkan 302 titik kebakaran hutan dan lahan menutupi hampir 500 hektare di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kondisi kering yang dipicu musim kemarau panjang memperparah situasi, memaksa pemerintah daerah mengupayakan solusi spiritual sekaligus teknis.
Pada pertengahan Agustus 2026, Satgas Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kotim mencatat total luas lahan terbakar mencapai 496 hektare, dengan akumulasi 2.707 hotspot terdeteksi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Upaya pemadaman melibatkan personel lapangan, peralatan berat, serta helikopter water bombing yang disediakan BNPB untuk menjangkau area yang sulit diakses.
Wakil Koordinator III Satgas Penanggulangan Karhutla, Rihel, mengungkapkan rencana pelaksanaan salat Istisqa yang sedang dibahas bersama Bupati dan tim teknis. “Rencananya mungkin malam Minggu, menunggu konfirmasi waktu dan lokasi,” ujarnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Lokasi potensial meliputi halaman Rumah Jabatan Bupati atau halaman Kantor Bupati, keduanya pernah menjadi tempat pelaksanaan kegiatan serupa sebelumnya.
Salat Istisqa, doa khusus memohon turunnya hujan, dipilih sebagai bentuk harapan tambahan di tengah kondisi meteorologis yang diprediksi BMKG akan tetap kering hingga September. “Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir September, dan kami masih menunggu perkembangan cuaca,” jelas Rihel.
Kabut asap yang dihasilkan oleh kebakaran kini menyelimuti beberapa wilayah, mengganggu aktivitas harian dan menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak sekolah. Wakil Bupati Kotim, Irawati, menegaskan pentingnya langkah antisipatif, termasuk penyesuaian jadwal belajar mengajar melalui Surat Edaran Bupati. “Kami meminta warga membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker bila harus beraktivitas,” tambahnya.
Komunitas lokal dan LSM lingkungan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti pembakaran sampah terbuka dan penggunaan api di luar rumah tanpa pengawasan. Pemerintah Kabupaten juga memperketat pengawasan terhadap pelanggaran lahan, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan untuk menegakkan sanksi.
Data terbaru menunjukkan tren peningkatan hotspot sejak awal Agustus, menandakan bahwa upaya pemadaman belum sepenuhnya mengendalikan penyebaran api. Satgas terus melakukan patroli udara dan darat, sambil menyiapkan tim medis untuk menangani dampak kesehatan akibat paparan asap.
Selain upaya teknis, pemerintah daerah menyiapkan program edukasi publik mengenai bahaya kebakaran hutan, cara pencegahan, dan pentingnya penggunaan alat pemadam api ringan. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kebakaran yang sering terjadi pada musim kemarau.
Dengan kombinasi antara tindakan operasional, dukungan helikopter, serta harapan melalui salat Istisqa, Pemkab Kotim berupaya mengurangi dampak Karhutla Kotim 302 Kejadian Pemkab Siapkan Salat Istisqa dan melindungi kesehatan warga serta kelestarian lingkungan.

