Realisasi PAD Pulang Pisau Tembus Rp43,33 Miliar pada Semester I Tahun 2026
PULANG PISAU, Ule.co.id – PAD Pulang Pisau mencatat capaian positif pada semester I tahun 2026 dengan realisasi pendapatan mencapai Rp43,33 miliar atau sebesar 48,26 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Capaian tersebut menunjukkan kinerja pendapatan daerah yang terus mengalami perkembangan dan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pulang Pisau.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pulang Pisau, Zulkadri melalui Sekretaris Bapenda Widi Triawan, menyampaikan bahwa hingga 30 Juni 2026, penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai angka tersebut. Realisasi ini menjadi gambaran bahwa upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan mulai menunjukkan hasil.
Peningkatan PAD Pulang Pisau dinilai sebagai indikator positif terhadap kemampuan daerah dalam mengelola potensi ekonomi yang dimiliki. Pendapatan asli daerah menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Bapenda, capaian sebesar 48,26 persen pada semester pertama menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan pendapatan berjalan sesuai dengan arah yang telah direncanakan. Meski masih terdapat tantangan untuk mencapai target akhir tahun, pemerintah daerah optimistis dapat terus meningkatkan penerimaan melalui berbagai strategi optimalisasi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak dan retribusi daerah, sekaligus melakukan evaluasi terhadap potensi pendapatan yang masih dapat dikembangkan.
Capaian PAD Pulang Pisau juga mencerminkan adanya peluang besar dalam penguatan kemandirian fiskal daerah. Dengan pendapatan yang semakin optimal, pemerintah daerah memiliki ruang lebih luas dalam merancang dan menjalankan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain itu, peningkatan pendapatan daerah diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik. Anggaran yang bersumber dari PAD dapat mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari peningkatan fasilitas umum hingga program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga terus berupaya memperbaiki sistem pengelolaan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan transparansi administrasi. Digitalisasi layanan pajak daerah menjadi salah satu langkah yang dapat membantu meningkatkan efektivitas pengumpulan pendapatan sekaligus mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajibannya.
Meski mencatat perkembangan positif, pemerintah tetap perlu melakukan berbagai langkah lanjutan agar target PAD Pulang Pisau dapat tercapai hingga akhir tahun 2026. Optimalisasi potensi ekonomi lokal, pengawasan penerimaan, serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Bapenda Pulang Pisau mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mendukung upaya peningkatan pendapatan daerah. Kepatuhan dalam membayar pajak dan retribusi daerah dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat kemampuan pemerintah membiayai pembangunan.
Dengan realisasi yang telah mencapai Rp43,33 miliar pada semester pertama, PAD Pulang Pisau menunjukkan tren yang cukup baik dalam mendukung kemandirian keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap capaian tersebut dapat terus meningkat sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan secara maksimal.

