analitik

Pelajar Kalteng Bawa Pesan Keselamatan Lalu Lintas, Jadi Penggerak Perubahan Perilaku Nasional

Ule.co.id – Membawa Pesan Bisa Jadi Penggerak Perubahan Perilaku menjadi moto utama dua siswi Kalteng yang akan menjejakkan langkah ke panggung nasional. Rasya Alika Farshi dari SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, dan Ribka Bawin Hatalisinta Lumamba dari SMA Negeri 1 Basarang, Kapuas, menyiapkan diri untuk menyuarakan pentingnya Keselamatan Lalu Lintas di tengah generasi muda. Kedua pelajar ini tidak hanya menguasai aturan jalan, melainkan juga belajar mengemas pesan menjadi aksi nyata yang dapat mengubah perilaku pengguna jalan.

Rasya, juara provinsi pada ajang Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ, telah menggeluti isu keselamatan sejak tahun pertama SMA. Ia memimpin kampanye di sekolahnya dengan mengadakan simulasi kecelakaan, workshop helm, dan lomba poster yang menekankan penggunaan sabuk pengaman. Pengalaman itu memberinya kepercayaan diri untuk melangkah ke tingkat nasional, di mana ia akan mewakili Kabupaten Kotawaringin Barat dan menampilkan strategi kampanye yang dapat direplikasi di daerah lain.

Baca juga:
Pemkab Katingan Perkuat Koordinasi Desa untuk Layanan Publik Lebih Efektif

Sementara itu, Ribka dari Basarang menekankan peran perempuan dalam dunia keselamatan jalan. Ia berpartisipasi aktif dalam forum diskusi sekolah tentang perilaku berbahaya di jalan, seperti melaju dengan kecepatan tinggi dan penggunaan ponsel saat mengemudi. Ribka percaya bahwa pelajar bukan sekadar pengguna jalan, melainkan agen perubahan yang dapat mempengaruhi teman sebaya melalui contoh konkret. Dengan semangat itu, ia siap mengangkat suara Kabupaten Kapuas ke arena nasional.

Rangkaian kompetisi tingkat nasional dijadwalkan pada 14 hingga 17 September 2026 di PPSDMAP Sempak Bogor dan Kantor Kementerian Perhubungan. Selama empat hari, peserta akan melewati serangkaian penilaian yang meliputi manajemen kampanye keselamatan, public speaking, simulasi berkendara, serta sesi motivasi dan pengembangan diri. Kompetisi ini menekankan bahwa menjadi pelopor keselamatan tidak cukup dengan pengetahuan teoritis; kemampuan menyampaikan pesan secara menarik dan memotivasi orang lain menjadi kunci utama.

Materi pelatihan menyoroti pentingnya Keselamatan Lalu Lintas sebagai budaya hidup, bukan sekadar slogan. Peserta diajarkan cara menyusun kampanye yang memanfaatkan media sosial, video pendek, serta kegiatan lapangan yang melibatkan komunitas. Dengan pendekatan ini, mereka diharapkan dapat mengubah kebiasaan seperti tidak memakai helm, mengabaikan rambu, atau mengemudi ugal-ugalan menjadi perilaku yang lebih tertib dan bertanggung jawab.

Dalam perspektif kedua siswi, membawa pesan tidak hanya berarti menyebarkan informasi, melainkan menggerakkan perubahan perilaku. “Membawa Pesan Bisa Jadi Penggerak Perubahan Perilaku” bukan sekadar judul kompetisi, melainkan tujuan yang ingin mereka capai di lingkungan sekolah dan masyarakat. Mereka bertekad agar setiap teman sekelas, guru, dan warga sekitar menyadari bahwa keselamatan jalan dimulai dari tindakan kecil, seperti memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat atau mengingatkan teman yang melanggar rambu.

Baca juga:
Operasi Aman Nusa II Polda Kalteng Digelar, Kapolda Iwan Kurniawan Minta Patroli Diperkuat

Keberhasilan Rasya dan Ribka di tingkat nasional akan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi sekolah masing-masing, tetapi juga bagi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kapuas, dan seluruh Provinsi Kalimantan Tengah. Keberadaan mereka di panggung nasional menegaskan bahwa pelajar daerah dapat bersaing dan memberi kontribusi signifikan dalam isu-isu publik. Dengan menonjolkan contoh nyata, mereka membuka peluang bagi generasi muda lain untuk terlibat aktif dalam program pemerintah terkait Keselamatan Lalu Lintas.

September ini, dua pelajar Kalteng akan melangkah ke arena nasional dengan harapan dapat menginspirasi ribuan remaja di seluruh Indonesia. Mereka berharap pesan yang dibawa tidak hanya berhenti pada kompetisi, melainkan menjadi landasan bagi kebijakan sekolah, program ekstrakurikuler, dan kampanye pemerintah selanjutnya. Jika mereka berhasil, maka Membawa Pesan Bisa Jadi Penggerak Perubahan Perilaku akan menjadi realitas yang dapat dirasakan oleh seluruh pengguna jalan, menjadikan jalan raya Indonesia lebih aman dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *