Polda Kalteng Siapkan Rumah Oksigen Gratis untuk Atasi Dampak Kabut Asap
Ule.co.id – Polda Kalteng Siapkan Rumah Oksigen Gratis sebagai respons cepat terhadap ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh kabut asap tebal di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya. Kebakaran hutan dan lahan yang masih berkobar menurunkan kualitas udara, memicu gangguan pernapasan dan keluhan kesehatan lain di kalangan masyarakat serta personel Polri.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Kepala RS Bhayangkara TK III Palangka Raya, dr Budi Satria, mengumumkan pendirian fasilitas medis khusus yang dapat diakses tanpa biaya. Rumah oksigen ini berlokasi di Klinik Kesehatan Polda Kalteng Jalan Rinjani serta posko semi‑stationary di Mako Dulin Kandang, dilengkapi dengan lima tempat tidur pelayanan dan satu tempat tidur observasi.
Setiap pasien yang datang akan menjalani pemeriksaan awal oleh tim medis. Proses triase ini memastikan bahwa terapi oksigen diberikan hanya kepada yang benar‑benar membutuhkannya, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan obat tambahan atau rujukan ke rumah sakit bila kondisi tidak membaik. Pendekatan ini menegaskan bahwa layanan tidak sekadar memberi oksigen, melainkan bagian dari rangkaian penanganan medis terpadu.
Selain fasilitas tetap, RS Bhayangkara TK III juga menyiapkan rumah oksigen mobile. Ambulans yang dilengkapi generator dan konsentrator oksigen dapat dipindahkan ke lokasi terdampak, seperti daerah pemukiman yang terisolasi atau area kerja petugas pemadam kebakaran. Mobilisasi ini memungkinkan respons cepat pada titik‑titik yang paling membutuhkan, terutama ketika kabut asap menebal secara tiba‑tiba.
Stok tabung oksigen dan perlengkapan tambahan telah dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Dengan kapasitas layanan yang fleksibel, rumah oksigen dapat melayani ratusan pasien selama masa puncak kabut. Petugas kesehatan menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan, mengingat efek jangka panjang paparan partikel halus dapat memperparah kondisi kronis seperti asma atau penyakit jantung.
Program ini tidak hanya menjadi bukti kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi bencana alam, tetapi juga menegaskan peran institusi keamanan dalam bidang kesehatan masyarakat. Irjen Iwan Kurniawan menyatakan, “Kami memiliki tugas untuk melindungi tidak hanya keamanan, tetapi juga kesejahteraan warga, terutama saat kondisi lingkungan mengancam kesehatan mereka.”
Kerjasama lintas sektoral juga terlihat dalam dukungan logistik dari Dinas Kesehatan dan lembaga swadaya masyarakat setempat. Mereka menyediakan bahan bakar, peralatan medis tambahan, serta tenaga relawan untuk membantu proses administrasi dan penyuluhan tentang cara melindungi diri dari polusi udara.
Pengguna layanan melaporkan perbaikan signifikan setelah menerima terapi oksigen, terutama mereka yang mengalami sesak napas atau iritasi mata. Beberapa pasien yang awalnya dirujuk ke rumah sakit kemudian dapat pulang lebih cepat karena kondisi mereka stabil berkat intervensi dini di rumah oksigen.
Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi provinsi lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan milik kepolisian, daerah dapat menambah kapasitas layanan tanpa harus menunggu pembangunan rumah sakit baru yang memakan waktu lama.
Polda Kalteng Siapkan Rumah Oksigen Gratis tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persiapan kesehatan dalam menghadapi perubahan iklim. Upaya ini memperkuat jaringan perlindungan masyarakat, menjadikan Polri sebagai mitra strategis dalam mitigasi dampak bencana lingkungan.
Ke depan, pihak kepolisian berencana memperluas layanan dengan menambah jumlah unit mobil‑mobile serta meningkatkan kapasitas tabung oksigen. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menyesuaikan strategi dengan tingkat keparahan kabut asap yang diproyeksikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

