Kalteng

Pelajar Pelopor 2026 Digelar Dishub Kotim, Generasi Muda Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur Raihansyah saat berbincang dengan beberapa orang pelajar yang akan jadi Pelajar Pelopor 2026, beberapa waktu lalu.
Daftar Isi
  1. Pelajar Pelopor 2026 Dorong Kesadaran Keselamatan Jalan
  2. Pelajar Diajak Ciptakan Inovasi Transportasi
  3. Budaya Tertib Berlalu Lintas Harus Dibangun Sejak Dini
  4. Tidak Sekadar Kompetisi
  5. Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
  6. Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

SAMPIT, ule.co.id – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui ajang Pelajar Pelopor 2026 yang digelar di Kantor Dinas Perhubungan Kotim dengan melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah.

Kegiatan Pelajar Pelopor 2026 mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan”.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diajak menyalurkan kreativitas dan pemikiran inovatif untuk mendukung keselamatan transportasi dan budaya disiplin berlalu lintas.

Pelajar Pelopor 2026 Dorong Kesadaran Keselamatan Jalan

Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah mengatakan pelajar memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya keselamatan jalan.

Menurut dia, keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

“Keselamatan jalan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami ingin para pelajar ikut terlibat aktif dan menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” kata Raihansyah, Minggu (10/5/2026).

Melalui Pelajar Pelopor 2026, Dishub Kotim berharap pelajar mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Pelajar Diajak Ciptakan Inovasi Transportasi

Dalam kegiatan Pelajar Pelopor 2026, para peserta juga didorong untuk berpikir kreatif dan inovatif di bidang transportasi.

Raihansyah menjelaskan perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menghadirkan berbagai solusi dan inovasi yang mendukung keselamatan jalan.

Karena itu, para pelajar diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif demi menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib.

Selain aspek teknologi, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya etika dalam berlalu lintas.

Menurut Raihansyah, disiplin di jalan harus ditanamkan sejak usia muda agar terbentuk karakter yang bertanggung jawab dan peduli terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.

Budaya Tertib Berlalu Lintas Harus Dibangun Sejak Dini

Dishub Kotim menilai pembentukan budaya keselamatan jalan perlu dimulai sejak usia pelajar.

Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait pentingnya disiplin dan etika berkendara.

“Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan sikap disiplin, kita berharap tercipta budaya transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Raihansyah.

Melalui Pelajar Pelopor 2026, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai keselamatan jalan, tetapi juga diajak memahami dampak dari pelanggaran lalu lintas terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Program tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar mengenai pentingnya keselamatan transportasi.

Tidak Sekadar Kompetisi

Raihansyah menegaskan Pelajar Pelopor 2026 bukan sekadar ajang kompetisi atau kegiatan seremonial.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang menjadi inspirasi dalam menciptakan perubahan positif di bidang transportasi.

Menurut dia, pelajar yang memiliki pemahaman baik tentang keselamatan jalan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapan kami, para pelajar ini nantinya dapat menjadi contoh bagi teman-temannya dan ikut mengampanyekan pentingnya keselamatan jalan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Dishub Kotim berharap kegiatan Pelajar Pelopor 2026 dapat berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia muda.

Edukasi mengenai keselamatan berkendara dinilai penting karena pelajar menjadi salah satu kelompok usia yang cukup aktif menggunakan kendaraan bermotor.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan merupakan kebutuhan bersama yang harus dijaga oleh seluruh pengguna jalan.

Selain itu, keterlibatan pelajar dalam kampanye keselamatan jalan diharapkan dapat menciptakan efek positif yang lebih luas di lingkungan masyarakat.

Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

Ajang Pelajar Pelopor 2026 juga menjadi langkah Dishub Kotim dalam menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap keselamatan dan masa depan transportasi.

Dengan kemampuan berpikir kreatif serta pemahaman etika transportasi, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan di bidang keselamatan jalan.

Pemerintah daerah pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar budaya tertib berlalu lintas semakin kuat di kalangan generasi muda di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *